IHSG ditutup naik sejalan dengan ditahannya suku bunga acuan BI

IHSG ditutup naik sejalan dengan ditahannya suku bunga acuan BI

Warga melihat indeks harga saham gabungan IHSG di Depok, Jawa Barat, Kamis (30/12/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di mana keputusan tersebut sama dengan ekspektasi pasar, menjadi katalis positif bagi IHSG
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup naik sejalan dengan ditahannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

IHSG ditutup menguat 34,89 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.626,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,73 poin atau 0,5 persen ke posisi 943,34.

"Menguatnya mayoritas harga komoditas diantaranya nikel, timah, kertas, emas, minyak, dan CPO, serta optimisme pelaku pasar seiring Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di mana keputusan tersebut sama dengan ekspektasi pasar, menjadi katalis positif bagi IHSG," tulis Tim Riset Ajaib Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Kamis.

Bank Indonesia kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Januari 2022.

Selain itu, suku bunga deposit facility juga dipertahankan sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

BI menyatakan keputusan itu sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas inflasi, nilai tukar, dan sistem keuangan, serta upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 0,83 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 0,71 persen dan minus 0,38 persen.

Sedangkan tujuh sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 2,39 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor infrastruktur masing-masing 1,72 persen dan 0,9 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp90,27 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp17,48 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.333.778 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,75 miliar lembar saham senilai Rp12,7 triliun. Sebanyak 288 saham naik, 232 saham menurun, dan 158 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 305,7 poin atau 1,11 persen ke 27.772,93, indeks Hang Seng naik 824,5 poin atau 3,42 persen ke 24.952,35, dan indeks Straits Times meningkat 10,88 atau 0,33 persen ke 3.294,82.

Baca juga: OJK: Investor pasar modal 2021 melonjak 93 persen didominasi milenial
Baca juga: IHSG diprediksi bergerak variatif, pasar menanti hasil rapat BI
Baca juga: IHSG Kamis dibuka menguat 15,82 poin

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar