Warga Lereng Semeru Terbiasa Suara Letusan

Warga Lereng Semeru Terbiasa Suara Letusan

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan letusan yang disertai kubah lava di wilayah kawah Jonggring Saloko, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.(ANTARA/Cucuk Donartono)

Lumajang (ANTARA News) - Warga di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sudah terbiasa dengan suara letusan dan keluarnya lava pijar dari puncak Gunung Semeru yang setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) yang juga terjadi pada Sabtu (2/7) sekitar pukul 23.40 WIB.

"Kami mendengar suara gemuruh dan letusan agak keras yang disertai lava pijar semalam, namun warga sempat keluar rumah untuk melihat aktivitas Semeru dari kejauhan," kata Heri Gunawan, tokoh masyarakat di lereng Semeru, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candiopuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu.

Menurut dia, warga sudah terbiasa dengan aktivitas Semeru, namun kadang-kadang warga keluar rumah saat mendengar suara gemuruh dan letusan yang disertai lava pijar di puncak Semeru pada malam hari.

"Kadang-kadang letusan Semeru itu membangunkan warga yang sudah tertidur di malam hari, namun mereka tetap tenang dan tidak panik karena sudah terbiasa hidup di lereng Semeru," katanya.

Hari ini, lanjut dia, warga di lereng Semeru tetap beraktivitas seperti biasanya dan tidak terganggu dengan letusan yang biasa dikeluarkan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

"Pemberitaan media massa yang berlebihan justru menimbulkan keresahan keluarga yang jauh dari lereng Semeru, padahal kami di sini baik-baik saja dan sudah terbiasa dengan aktivitas gunung api yang berstatus Waspada itu," tuturnya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Liswanto, mengatakan bahwa aktivitas Semeru selama 24 jam terakhir pada hari Sabtu (2/7), yakni gempa guguran sebanyak satu kali, gempa tektonik jauh sebanyak empat kali dan embusan asap sebanyak 20 kali.

"Memang terjadi gempa guguran sebanyak satu kali yang tercatat dalam seismograf PPGA yang berada di di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang," ujarnya..

Menurut dia, status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih Waspada (Level II), sehingga warga dilarang melakukan aktivitas yang berjarak 4 kilometer dari puncak Semeru.

Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Lumajang yang berada di lereng Gunung Semeru yakni Kecamatan Pronojiwo, Pasirian, Tempeh, Tempursari, Candipuro, dan Pasrujambe.

Sedikitnya 26 desa di enam kecamatan itu berada di lereng Gunung Semeru dengan jumlah penduduk sebanyak 20.678 jiwa, namun sebagian desa tersebut juga berada di tepi daerah aliran sungai (DAS) yang dilalui lahar dingin Semeru.
(T.ANT-070)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Jalan kaki serahkan bantuan untuk warga terisolir di lereng Semeru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar