Saham China jatuh terseret sektor teknologi dan perawatan kesehatan

Saham China jatuh terseret sektor teknologi dan perawatan kesehatan

Seorang pria yang mengenakan masker terlihat di dalam gedung Bursa Efek Shanghai, saat negara itu dilanda wabah virus corona baru, di distrik keuangan Pudong di Shanghai, Cina, Jumat (28/2/2020). ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

Shanghai (ANTARA) - Saham-saham China berakhir jatuh pada Jumat, terseret oleh perusahaan teknologi dan perawatan kesehatan karena kekhawatiran investor atas perlambatan ekonomi terus membebani sentimen, meskipun ada sinyal pelonggaran kebijakan untuk menopang pertumbuhan.

Indikator utama Bursa Efek Shanghai, Indeks Komposit Shanghai tergelincir 0,91 persen atau 32,50 poin menjadi menetap di 3.522,57 poin. Indeks saham unggulan China CSI300 melemah 0,92 persen atau 44,20 poin menjadi berakhir di 4.779,31 poin.

Sektor teknologi tinggi terus memberikan kembali keuntungan dari awal minggu yang telah didorong oleh esai oleh Presiden Xi Jinping yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola dalam "ekonomi digital" dan meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan, namun melemah di akhir pekan.

Dalam indikasi terbaru langkah pelonggaran untuk memerangi ekonomi yang melambat, sumber mengatakan kepada Reuters bahwa bank sentral China akan memangkas suku bunga pinjaman fasilitas pinjaman tetap untuk semua tenor pada Jumat.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China ditutup 1,19 persen atau 168,76 poin lebih rendah menjadi 14.029.55 poin.

Indeks ChiNext yang melacak saham perusahaan-perusahaan sedang berkembang atau perusahaan rintisan (start-up) di papan perdagangan bergaya Nasdaq China, juga jatuh 1,02 persen menjadi ditutup pada 3.034,68 poin.

Baca juga: Saham Jepang berakhir lebih rendah, indeks Nikkei tergerus 250,67 poin
Baca juga: Saham Australia ditutup jatuh, catat minggu terburuk dalam setahun
Baca juga: Saham Korea Selatan bersiap untuk minggu terburuk dalam hampir 4 bulan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar