Pasar properti diprediksi mulai bangkit pada 2022

Pasar properti diprediksi mulai bangkit pada 2022

Tangkapan layar - Kegiatan diskusi Property Outlook 2022 yang diselenggarakan 99 Group Indonesia, di Jakarta, Sabtu (22/01/2022). ANTARA/Ganet Dirgantoro.

kita telah melihat tanda-tanda 'rebound' (kebangkitan) pasar properti
Jakarta (ANTARA) - Pengamat properti Ali Tranghanda memprediksi pasar properti nasional, terutama sub sektor rumah tinggal mulai mengalami kebangkitan di tengah pandemi pada 2022, khususnya di kota-kota penyangga Ibu Kota.

"Secara nasional, kita telah melihat tanda-tanda 'rebound' (kebangkitan) pasar properti. Hal ini terjadi berkat dukungan kebijakan pemerintah dan minat beli masyarakat yang terus naik. Jadi, kita bawa semangat ini agar industri properti bisa bangkit tahun ini,” jelas Ali yang juga CEO Indonesia Property Watch (IPW) di Jakarta, Sabtu.

Ali mengatakan sinyal membaiknya ekonomi sudah terlihat pada indikator laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2021 sebesar 3,51 persen (quarter on quarter).

Ali mengakui kalau pertumbuhan ekonomi memang masih ditopang belanja negara.

Namun sebagian lagi juga berasal dari kontribusi sektor industri yang mulai mengalami pertumbuhan.

Baca juga: Pasar properti perkantoran di Jakarta diprediksi normal lagi pada 2022

Sedangkan dalam diskusi Property Outlook 2022, Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan mengatakan sejak pandemi COVID-19 mulai merebak pada kuartal I 2020, berbagai industri ikut terkena dampak negatif, termasuk bidang properti.

Terkait hal itu Wasudewan mengatakan data internal dari anak usaha Rumah123.com dan 99.co memperlihatkan pencarian properti di kedua portal tersebut mencapai 270 juta dengan 46 persen di antaranya merupakan pengunjung baru.

"Porsi penambahan pencari properti baru ini merupakan sinyal positif akan pemulihan pasar dengan meningkatnya permintaan dari konsumen," kata Wasudewan.

Sedangkan mengacu kepada data demografi pencari properti menunjukkan hampir 59,5 persennya adalah perempuan dan 40,5 persen laki-laki.

Tren pergeseran usia konsumen juga tampak dengan dominasi pencari properti yang berasal dari generasi Z sebanyak 19,4 persen dan milenial dengan persentase 48,7 persen.

Baca juga: Stimulus pemerintah masih jadi faktor penentu sektor properti di 2022 

Fakta menarik ini menandai peningkatan kesadaran akan pentingnya kepemilikan properti oleh generasi muda yang terus bertumbuh.

“Dengan adanya tren generasi muda yang semakin aktif mencari properti, 99 Group menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat dan efektif untuk kelompok usia ini. Harapannya tentu, para pencari properti ini dapat menemukan hunian idamannya dengan mudah dan nyaman,” jelas Wasudewan.

Paling diincar
Sementara itu, rumah tapak masih menjadi tipe properti yang paling diincar oleh para pencari properti, dengan persentase 84,1 persen.

Berdasarkan statistik internal portal Rumah123.com dan 99.co, properti dengan harga di bawah Rp400 juta diminati oleh 39,1 persen konsumen per semester kedua 2021. Fenomena baru juga tercatat dengan naiknya minat terhadap properti premium di kisaran harga Rp2 miliar ke atas.

Sedangkan Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Ndari Surjaningsih dalam diskusi itu menjelaskan permintaan properti residen yang mengalami peningkatan penjualan pada kuartal II/2021, khususnya untuk rumah tipe menengah (21-70 m²) dan besar (>70 m²).

Baca juga: Rencana operasional LRT Jabodebek di 2022 bisa mendorong pemasaran TOD

Ndari berharap dengan adanya kebijakan strategis seperti pelonggaran rasio pinjaman terhadap nilai (loan to value/LTV) dan perpanjangan insentif PPN DTP tahun ini, sektor properti dapat bangkit dan turut berkontribusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Penerapan kebijakan dari pemerintah tentunya memerlukan kolaborasi dan dukungan dari para pelaku industri properti, salah satunya datang dari Real Estat Indonesia (REI).

Masih dalam diskusi yang sama, REI pada 2021 berhasil merealisasikan penjualan rumah komersial sebanyak 73.518 unit di berbagai daerah di Indonesia.

Angka tersebut meroket 223 persen dari periode sama pada tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 22.721 unit.

“Sentimen positif pasar properti sudah jelas terlihat dengan peningkatan penjualan rumah komersial yang naik hingga 223 persen pada 2021 dibanding 2020. Tren ini tentu jadi bukti pemulihan industri properti yang didukung oleh kerja sama berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah,” kata Ketua Umum DPP REI Totok Lusida.

Baca juga: Properti diprediksi masih jadi investasi unggulan pada 2022

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar