Wali Kota Jakbar semprot disinfektan di lokasi banjir Tegal Alur

Wali Kota Jakbar semprot disinfektan di lokasi banjir Tegal Alur

Kondisi permukaan air Kali Semonggol yang sempat meluap akibat hujan berintensitas tinggi hingga menggenangi permukiman warga di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (23/1/2022). ANTARA/Walda Marison.

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menggelar kerja bakti dan penyemprotan disinfektan di lokasi terdampak banjir kawasan Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, guna menghindari potensi penyebaran berbagai penyakit.

"Kita melakukan kegiatan kerja bakti sekaligus kita melakukan penyemprotan disinfektan baik itu di jalan raya maupun di pemukiman. Kami lakukan kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pasca genangan yang menumpuk tinggi kemarin," kata Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Vaksinasi anak dan banjir di Cengkareng ditangani beriringan

Yani mengatakan wilayah yang terdampak banjir berpotensi menjadi tempat bibit penyakit, sehingga Pemkot Jakarta Barat melaksanakan kerja bakti dengan warga sekitar.

"Memastikan bahwa lingkungan dalam keadaan bersih dan memastikan jika lingkungan itu bersih dari bibit-bibit penyakit dengan penyemprotan disinfektan," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut Pemerintah Kota Jakarta Barat juga membawa tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir.

"Kita turunkan tim dari puskesmas untuk pastikan kesehatan mereka apakah kondisinya dalam keadaan baik atau kurang sehat, jika kurang sehat kita akan langsung berikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Tegal Alur dan Kamal ini," ujarnya

Yani mengatakan sebanyak 450 personel dari Pemkot Jakbar, Karang Taruna, Dasawisma hingga TNI-Polri terlibat pada kegiatan tersebut.

Baca juga: Banjir di tiga RW di Cengkareng Jakarta Barat mulai surut

Lebih lanjut, dia menuturkan hampir semua pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, namun masih ada sekitar 70 orang yang bertahan di lokasi pengungsian karena terdapat genangan air setinggi 10 cm di kediamannya.

"Sampai saat ini terutama masih ada satu titik yang memang daerahnya ini sama dengan permukaan banjir Kali Semonggol jadi masih ada tergenang sekitar 5-10cm ya. Pengungsi dari 250 ada sekitar tinggal 70-an orang," ujarnya.

Meski demikian dia memastikan Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Jakarta Barat akan terus menyediakan kebutuhan pokok para pengungsi selama mereka belum bisa kembali ke rumahnya.

"Ini terus kita lakukan pemberian makanan siap saji oleh Dinas Sosial termasuk kebutuhan alat mandi, sabun, kemudian bubur bayi kemudian kita beri pampers untuk lansia dan kebutuhan anak kita berikan dan kita bagikan. Kita akan kawal terus, kita akan berada terus di tengah masyarakat ini," tutur Yani.

Baca juga: Korban banjir di Tegal Alur andalkan satu dapur darurat

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat dan Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar