Rupiah melemah dibayangi sentimen kenaikan suku bunga The Fed

Rupiah melemah dibayangi sentimen kenaikan suku bunga The Fed

Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah dibayangi sentimen kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah bergerak melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.351 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.335 per dolar AS.

"Pelaku pasar masih mewaspadai hasil rapat kebijakan moneter The Fed di Kamis dini hari pekan ini," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Rupiah awal pekan menguat menanti kebijakan The Fed

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,25 persen pada Maret 2022 dan tiga kali lagi menaikkannya hingga menjadi 1 persen pada akhir tahun.

Namun pelaku pasar ada yang berspekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga pada minggu ini meski kemungkinannya relatif kecil.

"Indikasi pengetatan moneter yang lebih besar bisa mendorong penguatan dolar AS ke depan," ujar Ariston.

Dari dalam negeri, lanjut Ariston, kondisi peningkatan jumlah kasus COVID-19 juga masih diwaspadai pelaku pasar seandainya pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang lebih ketat, yang dinilai bisa menekan rupiah.

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat, investor pantau kenaikan suku bunga Fed

Pada Senin (24/5) kemarin, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 2.327 kasus sehingga total kasus mencapai 4,29 juta kasus. Khusus untuk varian Omicron telah mencapai 1.406 kasus.

Ariston menilai, walaupun ada sentimen The Fed, rupiah masih bisa bergerak menguat.

"Kemungkinan karena pasar mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil dari sisi inflasi, pandemi dan peluang pemulihan ekonomi ke depan dibandingkan kondisi yang terjadi di AS," kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.300 per dolar AS hingga Rp14.380 per dolar AS.

Pada Senin (24/1) lalu, rupiah ditutup menguat tipis 1 poin ke posisi Rp14.335 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.341 per dolar AS.
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar