Dirut RRI: Lima Pilar Penunjang Transformasi Budaya

Dirut RRI: Lima Pilar Penunjang Transformasi Budaya

Niken Widiastuti (FOTO.ANTARA)

Pontianak (ANTARA News) - Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Rosarita Niken Widiastuti mengatakan terdapat lima pilar penunjang terjadinya transformasi budaya.

"Di mana semua pilar tersebut saling berhubungan dan menjadi penunjang terjadinya transformasi budaya," kata Rosarita di Pontianak, Kamis.

Menurut Rosarita, terjadinya transformasi budaya tidak hanya diambil oleh satu unsur saja tetapi secara keseluruhan.

Kelima pilar itu antara lain, pemerintah, akademisi, dunia usaha, seniman budayawan, media dan masyarakat.

"Dalam hal ini pilar pertama menyebutkan pemerintah yang tugasnya memfasilitasi. Tanpa adanya kepedulian pemerintah maka budaya yang ada makin lama akan semakin terpinggirkan," ungkap Rosarita.

Kedua, akademisi yang tugasnya mengkaji. Ketiga, dunia usaha yang mendonasi. Keempat, seniman dan budayawan yang berkreasi. Kelima, media yang mempublikasikan dan masyarakat yang mengapresiasi.

Rosarita mengungkapkan, kalangan akademisi, memang sangat dibutuhkan. Dari kajian yang mereka lakukan itu harus ada rekomendasi sehingga tidak hanya tersimpan dalam lemari saja.

"Tetapi bagaimana hasil kajian penelitian itu betul-betul terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Rosarita.

Ia mengatakan, pilar terpenting dalam transformasi budaya yakni media. Di mana, media yang menyampaikan atau mempublikasi semua hasil karya cipta budaya masyarakat.

Jika budaya Melayu terus dipublikasikan makan lama makin meningkat dan generasi muda juga akan semakin meningkatkan kecintaan mereka, katanya.

"Ketika semua pilar sudah menempati fungsinya masing-masing, publikasi merupakan salah satu fungsi media dalam komunikasi yakni proses penyampaian informasi," jelas Rosarita.

Ia pun menilai, media tidak hanya sekadar sebagai pelapor tetapi juga pelopor.

"Nah di situlah RRI berperan, melalui penyelenggaraan festival penyanyi lagu Melayu yang sekarang sedang dilaksanakan," kata Rosarita.

Tidak hanya itu, ia pun mengatakan bahwa fungsi media berkaitan dengan budaya.

"Di mana hubungan sosialnya antara pandangan yang berbeda agar terjadi konsensus sosial," katanya.

Dirinya pun merasa bangga, RRI sebagai salah satu media yang tidak pernah berhenti menginformasikan atau menyiarkan budaya di seluruh Indonesia.

"Untuk zaman sekarang, perubahan budaya yang sangat luar biasa menyebabkan mediamorphosis. Untuk itu, lima pilar yang ada dapat mempergunakan mediamorphosis tersebut dalam rangka menunjang transformasi budaya," katanya. (*)
(ANT-089/Z004)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Bijak bermedia sosial jaga keutuhan bangsa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar