Kemenkeu targetkan PNBP perikanan capai Rp1,6 triliun pada 2022

Kemenkeu targetkan PNBP perikanan capai Rp1,6 triliun pada 2022

Tangkapan layar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam RDP dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (25/1/2022). ANTARA/Sanya Dinda

Untuk PNBP dari KKP, didapatkan dari pemanfaatan ruang laut dan dari hasil budi daya
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor perikanan mencapai Rp1,6 triliun pada 2022.

"PNBP sektor perikanan sering dapat sorotan dari DPR. Insya Allah akan kita dorong teman-teman KKP untuk bisa menghasilkan Rp1,6 triliun atau bahkan lebih tahun ini," kata Isa dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Pada 2021, menurutnya, PNBP sektor perikanan telah mencapai lebih dari Rp1 triliun sehingga nilainya diharapkan lebih tinggi di 2022.

"Untuk PNBP dari KKP, didapatkan dari pemanfaatan ruang laut dan dari hasil budi daya. Tahun ini mereka menjanjikan lebih tinggi, mudah-mudahan bisa dicapai," kata Isa.

Adapun total PNBP dari keseluruhan sektor nonmigas diharapkan dapat mencapai Rp36,04 triliun pada 2022.

Selain dari sektor perikanan, PNBP sektor nonmigas juga ditargetkan didapat dari sektor mineral dan batu bara senilai Rp28,01 triliun, sektor kehutanan Rp4,85 triliun, dan panas bumi Rp1,55 triliun.

Sementara PNBP dari sektor migas diharapkan mencapai Rp85,90 triliun, sehingga total PNBP dari sumber daya alam dapat mencapai Rp121,95 triliun pada 2022.

Selanjutnya PNBP dari kekayaan negara yang dipisahkan di 2022 ditargetkan dapat mencapai Rp37,00 triliun, badan layanan umum (BLU) Rp78,79 triliun, dan PNBP lain Rp97,80 triliun.

Dengan demikian, total target PNBP pada 2022 menjadi sebesar Rp335,55 triliun.
Hanya saja, Isa mengatakan pemerintah masih menghadapi tantangan dalam realisasi PNBP di 2022, antara lain fluktuasi harga komoditas, tren penurunan lifting minyak, serta pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang masih dipengaruhi oleh COVID-19.

"Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) untuk menjadi sumber PNBP dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan juga masih menjadi tantangan," ujarnya.

Baca juga: LMAN kumpulkan PNBP senilai Rp1,96 triliun pada 2021
Baca juga: PNBP migas sepanjang 2021 mencapai Rp103,19 triliun
Baca juga: Kementerian ESDM kumpulkan pendapatan dari panas bumi Rp1,92 triliun

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar