Piala Afrika

Buntut insiden mematikan, satu pertandingan Piala Afrika dipindah

Buntut insiden mematikan, satu pertandingan Piala Afrika dipindah

Ilustrasi - Fans berada di dalam stadion selama pertandingan Piala Afrika pada pertandingan Grup A Kamerun vs Burkina Faso di Stadion Olembe, Yaounde, Kamerun, Minggu (9/1/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamed Abd El Ghany/rwa/sad.

Jakarta (ANTARA) - Satu pertandingan perempat final Piala Afrika 2021 dipindah dari Stadion Olembe di Yaounde, Kamerun, setelah insiden yang menewaskan sedikitnya delapan orang karena kerumunan tak terkendali pada Senin (24/1).

Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe pada Selasa menyatakan pertandingan perempat final yang dimaksud akan dipindah ke Stadion Ahmadou Ahidjo yang juga berlokasi di Yaounde.

Pertandingan yang dipindahkan akan mempertemukan pemenang laga 16 besar Malawi vs Maroko dan Mesir vs Pantai Gading.

Stadion Olembe yang baru diresmikan 8 September 2021 setelah mulai dibangun sejak 2018 itu juga dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan semifinal pada 3 Februari dan partai final tiga hari berselang.

Motsepe menyatakan bahwa ada kemungkinan dua pertandingan itu akan dipindah juga kecuali otoritas lokal Kamerun bisa menjamin adanya peningkatan pengamanan.

Baca juga: Setengah lusin orang meninggal pada kerumunan di stadion Piala Afrika

Mostepe juga mengatakan pihak CAF tengah meminta penjelasan dari panitia lokal Kamerun serta pemerintah setempat mengenai penyebab kerumunan tak terkendali serta mengapa salah satu gerbang di stadion yang seharusnya dibuka malah ditutup saat kejadian.

"Kami ingin langkah-langkah mendesak untuk memastikan insiden tidak berulang dan laporan rinci apa kesalahan yang terjadi pada Jumat," kata Motsepe dalam sebuah jumpa pers yang dikutip dari Reuters.

"Jelas ada kekurangan, kegagalan dan kelemahan. Ada masalah yang seharusnya sudah diantisipasi."

"Keselamatan dan keamanan penonton seharusnya menjadi tugas dan kewajiban utama kami," ujarnya.

Motsepe menjelaskan bahwa terdapat ribuan penonton tambahan yang memasuki stadion untuk "meramaikan suasana".

"Ada gerbang yang ditutup karena alasan yang tidak bisa dijelaskan," katanya setelah menyambangi lokasi kerumunan tak terkendali, merujuk apabila gerbang dibuka kejadian bisa dihindari.

Baca juga: Kamerun ke perempat final setelah susah payah tekuk 10 pemain Comoros

Motsepe juga menyatakan sempat ada wacana penundaan dua pertandingan babak 16 besar yang dijadwalkan Selasa ini, tetapi pemangku kepentingan sepakat untuk tetap melangsungkan laga.

Pada Selasa ini ada dua pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Bafoussam dan Stadion Ahmadou Ahidjou di Yaounde.

Sebanyak 38 orang mengalami luka-luka ketika para penonton menyerbu stadion yang menjadi lokasi pertandingan tuan rumah Kamerun melawan Kepulauan Comoros pada Senin (24/1).

Motsepe mengaku telah membesuk korban luka yang tujuh di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Sejumlah gambar beredar di media sosial, yang tidak dapat segera dikonfirmasi oleh Reuters, memperlihatkan orang-orang panik mencoba memasuki Stadion Olembe melalui gerbang masuk yang sempit.

Sebuah video bahkan memperlihatkan lusinan penggemar tergencet di pagar stadion sementara seorang polisi hanya berlalu.

Baca juga: Gambia jungkalkan Guinea dalam 16 besar Piala Afrika
Baca juga: Tunisia hentikan Nigeria di babak 16 besar Piala Afrika

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar