Banjarmasin (ANTARA News) - Penampilan teater modern dari Sanggar Budaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan lakon berjudul "Lawan Catur" terjemahan WS Rendra dari judul asli "The Game of Chess" karya Kenneth Arthur mampu memukau penonton.

Wartawan ANTARA di Banjarmasin melaporkan sekitar 100 penonton yang memadati ruang Sanggar Balairung Sari, Banjarmasin, Senin malam, tidak ada yang beranjak dari kursi hingga pertunjukan yang menceritakan seorang penguasa bernama Samuel Glaspel yang tak terkalahkan karena kemampuan otak dan kecerdikannya itu usai.

Penggiat Sanggar Budaya sekaligus pelatih teater pementasan, Yadi Muryadi mengaku tertarik dengan lakon "Lawan Catur" yang ditulis Kenneth Arthur (Kenneth Sawyer Goodman) tersebut karena ceritanya yang bagus.

"Ceritanya bagus, apalagi ini hasil terjemahan Rendra, dimana pada intinya kecerdasan bisa menyelamatkan kita dari kesulitan hidup, termasuk ancaman pembunuhan," kata Yadi Muryadi.

Hidup ini adalah perjuangan, karena itu bagaimana cara mengatasinya seperti orang bermain catur, sehingga harus pakai strategi agar tetap bisa bertahan dan menang.

Ia menambahkan dalam membawakan lakon "Lawan Catur" dengan sutradara Andi Sahludin tersebut tanpa latihan banyak karena didukung oleh para pemain yang sudah sering pentas dengan berbagai judul cerita.

Susunan pemain dengan supervisor budayawan senior Kalimantan Selatan (Kalsel), H Adjim Arijadi, adalah Andi Sahludin sebagai Samuel Glaspel, Izuur Loeweng:Oscar Yacob, Hizromi Arijadi Putra:Antonio, dan M Andri Alfianoor:Verka.

Pementasan teater modern tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-61 Provinsi Kalsel yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata dengan serangkaian pentas seni dan budaya pekan bertajuk "Kamilau Banua Seribu Sungai 2011."

Salah satu pengunjung teater Balairung Sari, Abduh, menuturkan puas dengan pertunjukan tersebut karena dapat menyimak seluruh isi ceritanya ditambah dengan kostum para pemain dan tata panggung yang apik.

"Saya puas dengan pertunjukan `Lawan Catur` itu, ceritanya bagus, karenanya saya datang membawa banyak teman," kata mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri itu.(*)
(T.KR-SYO/E011)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011