LPS proyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga 8,9 persen pada 2022

LPS proyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga 8,9 persen pada 2022

Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019) ANTARA FOTO/Audy Alwi/hp. (ANTARA/AUDY ALWI)

Perkiraan ini melanjutkan perbaikan intermediasi perbankan yang akhir tahun lalu sudah tumbuh 5,24 persen
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan kredit perbankan akan tumbuh sebesar 5,1 persen hingga 8,9 persen pada tahun 2022.

"Perkiraan ini melanjutkan perbaikan intermediasi perbankan yang akhir tahun lalu sudah tumbuh 5,24 persen," ucap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian, ia optimistis pertumbuhan kredit akan terus membaik ke depannya, meskipun belum akan tumbuh melesat kencang hingga 15 persen sampai 20 persen.

Hal tersebut karena lingkungan global yang masih dipenuhi ketidakpastian, utamanya berasal dari dampak pandemi COVID-19 varian Omicron, sehingga belum memungkinkan untuk mendorong kredit tumbuh hingga dua digit.

Meski demikian, fungsi intermediasi perbankan perlu terus didorong dengan kebijakan stimulus perbankan yang terukur serta mempertimbangkan stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, Purbaya memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh 8,5 persen sampai 9,4 persen pada tahun ini.

"Ini masih agak lambat karena sebagian uang masyarakat masih akan masuk ke sistem untuk dipakai menggerakkan perekonomian," tegasnya.

Kendati begitu, ia menilai fundamental kondisi perbankan masih relatif kuat ditunjukkan dengan rasio permodalan (CAR) industri yang berada di level 25,67 persen dan rasio alat likuid (AL/NCD) di kisaran 157,94 persen.

Tren kondisi pasar uang antar bank juga stabil dan merefleksikan likuiditas antar bank yang memadai, dengan suku bunga pasar uang antar bank IndONIA bergerak di kisaran 2,78 persen, sedangkan JIBOR satu bulan dan tiga bulan di level 3,55 persen dan 3,75 persen.

Pada periode yang sama, rata-rata LIBOR USD overnight bergerak stabil di level 0,07 persen, sementara LIBOR satu bulan naik sedikit satu basis poin (bps) ke level 0,1 persen dan LIBOR tiga bulan naik lima bps ke level 0,24 persen.

Baca juga: LPS yakin "tapering" Fed tak akan timbulkan volatilitas drastis
Baca juga: LPS pertahankan tingkat bunga penjaminan Bank Umum sebesar 3,5 persen
Baca juga: LPS jamin 99,92 persen dari total rekening di 2021

 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar