Tomohon (ANTARA News) - Pengungsi Gunung Lokon, di Kota Tomohon Sulawesi Utara yang saat ini mengungsi pada sejumlah gedung sekolah direncanakan akan dipindahkan secara bertahap untuk ditempatkan di balai pertemuan kelurahan.

Sekretaris Daerah kota Tomohon, Arnold Poli di Tomohon Jumat mengatakan, pengungsi tersebut akan ditempatkan antara lain pada Balai Pertemuan di sejumlah kelurahan yang ada di daerah itu.

"Hal ini dilakukan supaya anak -anak dapat kesempatan menggunakan sekolah tersebut," kata Poli.

Arnold Poli mengatakan, saat ini terdapat sekitar lima sekolah di kota itu yang menjadi tempat pengungsian warga akibat meningkatnya aktivitas Gunung Lokon, dan pemindahan para pengungsi itu akan dilakukan secara bertahap.

"Untuk itu dimintakan orang tua murid dapat bersabar, karena lagi berupaya supaya semua sekolah itu dapat diaktifkan," kata Poli.

Poli menambahkan, sampai saat ini status dari Gunung Lokon tersebut masih berada pada level awas.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/7) Gunung Lokon meletus sebanyak tiga kali. Letusan pertama terjadi pada pagi hari yakni pukul 07.10 WITA, kemudian 11.20 WITA dan pada pukul 14.14 WITA, kemudian pada Minggu (10/7) pukul 22.00 WITA dinaikkan status awas karena sempat mengeluarkan abu vulkanik.

Aktivitas gunung tersebut terus terjadi hingga Kamis (14/7) malam sekitar pukul 23.30 WITA.

Tercatat sampai saat ini ada sekitar 4.544 warga berasal dari Kelurahan Kinilow, Kinilow 1 dan Kakaskasen 1 yang telah diungsikan akibat Gunung Lokon tersebut.

Para pengungsi itu, tersebar pada enam titik pengungsian masing-masing, Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Tomohon, SMA Kristen Binsus Tomohon, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen 2 Tomohon, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Tomohon, Taman kota dan Sekolah Dasar (SD) GMIM 7 Tomohon.

Untuk SMA Kristen 1, jumlah pengungsi sebanyak 1.351 jiwa dengan 381 kepala keluarga (KK), SMA Krsten Binsus sebanyak 496 jiwa dengan 136 KK, SMK Kristen 2 sebanyak 512 jiwa dengan 149 KK, SMP Negeri sebanyak 954 jiwa dengan 249 KK, SD GMIM 7 sebanyak 340 jiwa dengan 76 KK dan Taman Kota sebanyak 883 jiwa dengan 244 KK.(*)

(T.J009/B013)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011