Waspadai Makanan Tak Layak Konsumsi di Bulan Ramadhan

Waspadai Makanan Tak Layak Konsumsi di Bulan Ramadhan

Sejumlah petugas dari Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa makanan dan minuman dalam kemasan yang dijual disalah satu Mall (FOTO ANTARA/Adnan )

Padang (ANTARA News) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai makanan tidak layak konsumsi terutama pada bulan Ramadhan.

Kepala Staf Informasi Konsumen BPOM Sumbar Syahrial di Padang, Selasa, mengatakan, masyarakat harus selektif memilih makanan siap saji selama bulan Ramadhan, terutama yang mengandung zat kimia berbahaya seperti zat pewarna dan sejenisnya.

"Kita mengimbau masyarakat agar teliti dalam berbelanja makanan siap saji selama bulan Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak ditemukan zat pewarna berbahaya dalam masakan yang dijual selama bulan Ramadhan," katanya.

Ia menyebutkan, pada saat konsumsi masyarakat meningkat pada bulan Ramadhan terkadang membuat para pedagang ingin meraih keuntungan besar tanpa memikirkan dampak yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan zat-zat berbahaya.

Pada Ramadhan tahun 2010 yang lalu, dari 150 sampel makanan yang diuji BPOM Sumbar, sekitar 22 persen diantaranya tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung zat-zat berbahaya.

"Data tersebut menunjukan masih banyak makanan siap saji pada bulan Ramadhan yang mengandung zat berbahaya seperti Rodamin-B yang merupakan pewarna pakaian, borak, serta pemanis buatan yang melebihi batas toleransi," ujarnya.

Menurut dia, dampak yang ditimbulkan makanan yang mengandung zat kimia berbahaya dalam jangka pendek adalah kelelahan atau batuk, sementara dalam jangka panjang dapat menimbulkan kanker darah, serta gangguan lambung dan ginjal.

Jenis makanan yang biasa ditemukan mengandung zat berbahaya, katanya, diantaranya kolak delima, cendol, sirup, dan makanan sejenisnya.

"Berdasarkan temuan pada tahun-tahun sebelumya itu kita meminta masyarakat agar mewaspadai makanan yang berbahaya tersebut, sementara pedagang diharapkan tidak menggunakan zat tersebut dalam masakan mereka," ujar Syahrial.  (ANT276/R014/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Jatim raup pendapatan pajak Rp1,4 triliun dari Diskon Ramadhan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar