UPTD setempat memperkirakan diperlukan 1.000 kali angkut memakai truk besar untuk membawa sampah itu ke TPA Sumur Batu
Bekasi (ANTARA News) - Mungkin ini lupa atau hal lain, tapi 15 tahun adalah waktu yang lama untuk menyadari ada tumpukan raksasa sampah di lahan kosong milik satu instansi. Alhasil, membawa sampah ke tempat pembuangan akhir perlu ribuan kali angkut dan..... mahal.

Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Jawa Barat, menerima laporan gundukan sampah liar di sekitar kawasan Perumahan Inkoppol, di Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi, yang belum terangkut sejak 15 tahun silam.

"Kami mendengar kabar itu dari Unit Pelaksana Teknis Daerah setempat dan segera kami tangani dalam waktu dekat," kata Kepala Bidang Persampahan Kota Bekasi, Abdul Syukur, di Bekasi, Jumat.

Menurut dia, sampah tersebut berada di lahan kosong seluas 6.000 meter persegi dan menumpuk tanpa ada satu pihak pun yang mengelolanya.

Sampahnya nyata terlihat tapi ada masalah besar menyusul karena UPTD setempat memperkirakan diperlukan 1.000 kali angkut memakai truk besar untuk membawa sampah itu ke TPA Sumur Batu, Bantargebang.

"Kami akan mengutus salah satu staf Dinas Kebersihan untuk mendata siapa pemilik lahannya, jenis sampahnya seperti apa dan data penting lainnya sebelum melakukan penanganan," katanya.

Dikatakan Abdul, evakuasi sampah di lokasi itu bukan lah hal yang mudah dilakukan. Alasannya, kuota sampah yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah armada pengangkut dan anggaran operasional yang tersedia.

"Armada kami hanya berjumlah sekitar 65 unit saja. Kalau pun mau dimaksimalkan perlu pinjaman ekskavator dari swasta dan tarif sewanya sebesar Rp20 juta per hari belum termasuk upah sopir dan biaya solar," katanya.

Namun demikian, pihaknya mengaku optimistis dapat membenahi sampah di lokasi tersebut dengan kemampuan petugas dan armada yang dimiliki.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin sampah tersebut bisa tertangani dengan baik," demikian Abdul. (ANT)

Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2011