Ini merupakan bagian dari pembelajarannya di dunia balap. Yang penting lagi, ia mendapatkan poin AKOC,"
Jakarta (ANTARA News) - Darma Mangkuluhur (12) menembus enam besar Kejuaraan Karting Terbuka Asia (AKOC) pada perlombaan di lintasan basah karena hujan setelah bertarung amat ketat dalam 22 putaran Kelas Formula 125 JR di Sirkuit Carmona, Filipina, Minggu.

Darma yang melaju dari posisi ke-13 dari 16 pebalap yang tampil pada nomor Pra-Final Minggu siang, berada pada urutan ketujuh, sedangkan pada nomor Final petang harinya ia bertengger pada urutan keenam dengan membukukan waktu 19 menit 19, 497 detik, terpaut 19, 253 detik dari juara pertama Estevano Rivera (Filipina).

"Hujan menyebabkan lintasan amat licin, apalagi di tikungan. Tapi saya berusaha tampil stabil dan berhasil mengejar lawan dan menjaga jarak," kata Darma seperti disampaikan Manajer Moreno Soeprapto, Minggu malam.

Ayahanda Darma, Hutomo MP, mengatakan perjuangan puteranya berlomba di lintasan basah itu merupakan yang pertama kali dan ini bagian dari pembelajarannya dalam dunia balap.

"Persaingan amat ketat dan waktu Darma dengan juara pertama amat dekat. Perlombaan di lintasan licin itu merupakan pengalaman berharga bagi Darma. Ia bahkan sempat berada di urutan kelima pada final itu. Ini merupakan bagian dari pembelajarannya di dunia balap. Yang penting lagi, ia mendapatkan poin AKOC," kata Hutomo MP, ayahanda Darma, mengomentari persaingan ketat itu.

Moreno Soeprapto mengatakan, cuaca hujan sepanjang hari sejak babak kualifikasi Sabtu hingga perlombaan Minggu, menyebabkan persaingan amat ketat dan beberapa pebalap sempat melintir beberapa kali.

Ia menilai, kemajuan Darma amat pesat, karena ia belum memiliki "jam terbang" di lintasan basah, namun dapat bersaingan amat ketat dan menyalib lawannya satu persatu. "Ia semakin baik dibanding babak kualifikasi dan setting kendaraannya mendukung," kata mantan pebalap Formula itu.

Yasuo Senna Iriawan, juga dari Indonesia, yang sempat memimpin beberapa putaran, mengalami bocor ban pada pra-final dan pada final mesin kendaraannya mati hingga posisinya melorot.

Urutan kedua setelah Estevano, seperti disiarkan laman panitia mylaps.com ditempati pebalap dari Singapura, Daim Hishamudin, disusul Toby Earle dari Thailand, Timothy Yeo dari Malaysia dan Jette Calderon dari Filipina.

Di nomor Final Formula 125 SR, Christian Silvano dari Indonesia berada di urutan kelima disusul Senna Sulaiman di tempat ketujuh dan Andersen Martono di tangga ke-11. Andrew Tang dari Singapura juara pertama dengan waktu 22:55, 481 setelah melaju dalam 22 putaran.

Pebalap Indonesia lainnya, Perdana Putra Minang, yang masih berusia 10 tahun, berada di urutan kedua kelas Mini ROK, setelah melaju 16 putarn dengan waktu 14:57, 612, setelah Kush Maini dari India yang tampil tercepat dengan waktu 14:56, 977.
(A008/T009)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011