counter

Iran Lawan Berat Indonesia

Iran Lawan Berat Indonesia

Pemain pencetak gol ketiga bagi Indonesia, Nasuha (2), berebut bola dengan pemain Turkmenistan dalam laga leg kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7). (.ANTARA/Ismar Patrizki)

Bandung (ANTARA News) - Mantan penyerang Persib dan Timnas PSSI tahun 1980-an, Bambang Sukowiyono, menyatakan bahwa Iran lawan terberat yang akan dihadapi tim nasional Indonesia di Grup E Pra Piala Dunia.

"Sejak dulu hingga saat ini kekuatan Iran paling konsisten dibandingkan Bahrain dan Qatar. Perlu kerja keras untuk mengatasi Iran karena Indonesia belum pernah menang lawan Iran," katanya ketika dimintai tanggapannya di Bandung, Selasa.

Sukowiyono merupakan salah satu pemain PSSI Rajawali yang pernah menjajal kekuatan timnas Iran pada 1980-an di Piala Kemerdekaan. Saat itu Suko dan kawan-kawan harus mengakui kehebatan Iran.

Menurut Suko, dari style permainan Iran dulu hingga saat ini relatif tidak ada perubahan. Bahkan dulu jumlah pemain yang berlaga di Liga Eropa lebih banyak dibanding saat ini.

"Perkembangan kekuatan dan karakter permainan Iran paling stabil, jelas harus kerja keras untuk mengatasi mereka," kata Sukowiyono.

Sedangkan terkait kekuatan dua tim lainnya, Bahrain dan Qatar, menurut dia peluang Indonesia fifty-fifty. Indonesia termasuk negara yang punya pengalaman cukup bertemu melawan Qatar dan Bahrain baik di tingkat senior maupun yunior.

Kans melawan Qatar dan Bahrain fifty-fifty, namun tetap perlu meningkatkan performance agar lebih baik dibanding pertandingan di babak sebelumnya.Turkmenistan.

"Saya yakin performance tim PSSI bisa lebih baik lagi. Pertandingan lawan Turkmenistan saya kira masih 80 persen, bisa ditingkatkan lagi," kata Sukowiyono.

Terkait pemanggilan empat pemain baru, Sukowiyono tepat dan itu wewenang dari pelatih. Pada kesempatan itu Sukowiyono menyebutkan fisik pemain merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi menjelang pertandingan fase grup itu.

"Stamina dan fisik pemain jelas menjadi fokus bagi Timnas PSSI, hasil lawan Turkmenistan perlu dievaluasi dan banyak memberikan masukan untuk pembenahan tim," kata Sukowiyono menambahkan.

(S033/S019)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Produk di Warisan dijamin asli bersertifikat

Komentar