Jakarta (ANTARA) - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan pencapaian volume ekspor sebanyak 2 juta unit secara akumulatif, setelah pada Selasa ini melepas ekspor perdana Toyota Fortuner buatan pabrik TMMIN di Karawang ke Australia.

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan pencapaian ekspor kendaraan utuh Toyota Indonesia yang mencapai 2 juta unit secara akumulatif tercapai berkat konsistensi dalam meningkatkan daya saing untuk meraih kepercayaan dari pasar global. Sebelumnya, Toyota Indonesia mencatatkan ekspor lebih dari 1 juta unit pada 2018.

"Pencapaian akumulatif dua juta unit ekspor dan ekspor perdana kendaraan utuh Toyota ke Australia merupakan bagian dari upaya kami berkontribusi pada perkembangan industri otomotif nasional Indonesia termasuk dalam menjaga neraca perdagangan yang positif," jelas Warih dalam keterangan resmi pada Selasa.

"Kami selalu berupaya keras untuk terus meningkatkan daya saing dan meraih kepercayaan dari pasar global dalam aktivitas ekspor. Pencapaian ini tidak dapat terjadi tanpa dukungan dari semua pihak kepada industri otomotif," kata dia.

Baca juga: Toyota segarkan dua varian New Corolla Altis

Warih menambahkan, pencapaian itu juga tercapai berkat upaya pemerintah Indonesia yang telah memberikan dukungan, termasuk dalam kerja sama bilateral dan multilateral.

Selain itu, Ekspor perdana Toyota Indonesia ke Australia merupakan tonggak sejarah baru bagi kinerja manufaktur otomotif nasional. Pengapalan Toyota Fortuner buatan Karawang ke Negeri Kangguru yang mulai bergulir pada Maret 2022, dan menjadi produk pertama dari Indonesia yang akan mengaspal di Australia.

Sejarah ekspor Toyota Indonesia

Ekspor Toyota Indonesia dimulai pada 1987 dengan pengapalan perdana Kijang generasi ketiga (Kijang Super) ke Brunei Darussalam. Volume ekspor perdana itu masih dalam jumlah yang sangat sedikit yaitu 50 unit per bulan.
 
Sejalan dengan upaya untuk terus meningkatkan daya saing, momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak Toyota Indonesia dipercaya dalam proyek IMV di tahun 2004.

Posisi strategis sebagai basis produksi Kijang Innova, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global. Sejak saat itu, volume ekspor Toyota Indonesia meningkat menjadi sekitar 7.000 unit per tahun.

Upaya Toyota untuk meraih kepercayaan pasar ekspor bergerak bersama tumbuhnya industri otomotif Indonesia sehingga aktivitas ekspor semakin berkembang, baik volume dan negara tujuannya.

Saat ini Kijang Innova, Fortuner, Vios, Sienta, Veloz, Avanza, Rush, Lite Ace/Town Ace, Agya, dan Raize serta kendaraan terurai (CKD), mesin bensin, komponen, dan alat bantu produksi telah diekspor ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Sementara itu, volume ekspor tahunan meningkat tajam menjadi lebih dari 100.000 unit per tahun sejak tahun 2012, bahkan menembus angka 200.000 unit per tahun pada 2018 dan 2019 sebelum pandemi COVID-19 menghantam ekonomi global.

Setelah terkoreksi hingga 30 persen di 2020 akibat pandemi, ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota dari Indonesia di tahun 2021 mencatatkan angka sebesar 188 ribu unit. Pencapaian itu memperlihatkan kinerja ekspor T-Brand sudah pulih hingga ke level 90 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi. Tahun ini Toyota Indonesia berencana memproduksi model Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang juga ditujukan untuk pasar ekspor selain pasar domestik.

Baca juga: Toyota Indonesia berencana ekspor 600 Fortuner ke Australia pada 2022

Baca juga: Presiden Jokowi lepas ekspor mobil perdana ke Australia

Baca juga: Toyota kembali tangguhkan produksi di Ontario
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022