Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2011 yang akan bertugas pada peringatan ke-66 kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara pengukuhan dilakukan di ruang utama Istana Negara di Jakarta, Senin, pada pukul 15.00 WIB dengan Presiden Yudhoyono bertindak sebagai pembina upacara.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.

Selain itu juga hadir Kapolri Jend Pol Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono serta tiga kepala staf angkatan TNI.

Pada upacara pengukuhan tersebut, 66 anggota Paskibraka yang berasal dari 33 provinsi di seluruh Indonesia mengucapkan ikrar Putra Indonesia di hadapan bendera merah putih.

Presiden Yudhoyono selaku pembina upacara kemudian menyematkan pin dan ikat pingang secara simbolis kepada perwakilan paskibraka, yaitu Dea Ayu Tiara Hastika dari Kalimantan Tengah.

Dalam pembekalannya kepada para anggota paskibraka, Presiden Yudhoyono meminta mereka untuk berbangga hati karena merupakan putra-putri bangsa yang terpilih untuk mengemban tugas penting dalam upacara pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus 2011.

"Kalian telah mengikuti seleksi yang ketat dan kemudian telah mengikuti serangkaian latihan yang keras," ujarnya.

Presiden meminta para anggota Paskibraka untuk menjalankan tugas mereka secara penuh tanggung jawab dan menjadikan peristiwa bersejarah tersebut sebagai babak baru dalam kehidupan mereka.

"Saya berharap kalian bisa menjadikan peristiwa sangat penting ini sebagai babak baru dalam perjalanan kehidupan kalian. Ke depan, kalian harus mengabdi kepada bangsa menjadi putra-putri terbaik bangsa yang menjadi kebanggan kita semua," tutur Presiden.

Kepala Negara pun mendoakan mereka agar kelak bisa menjadi pemimpin bangsa dan negara untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.

(D013/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011