counter

Rombongan pemudik Bajaj memasuki Pantura

Rombongan pemudik Bajaj memasuki Pantura

Sebuah bajaj yang digunakan untuk mudik melintas di persimpangan Celeng, Loh Bener, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (25/8). Kendaraan khas ibukota tersebut menjadi perhatian warga daerah yang dilintasi karena keunikannya. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Cirebon (ANTARA News) - Rombongan pemudik yang menggunakan bajaj pada H-3 Lebaran Idul Fitri 1432 Hijriyah mulai memasuki pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mereka mengaku berangkat dari Jakarta sejak kemarin malam.

Pemudik kendaraan roda tiga mulai nampak melintasi pantura Kabupaten Cirebon pada H-7 namun jumlahnya masih terbatas, kini, iring-iringan mereka semakin meningkat mulai pada H-4, tujuan pemudik bajaj didominasi ke arah Jawa Tengah, seperti Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes.

Muhamad Agus, salah seorang pemudik bajaj di Cirebon kepada wartawan, Sabtu, rombongan pemudik bajaj berangkat biasanya mulai H-7 lebaran, namun jumlahnya masih terbatas pucak keberangkatan bajaj dari Jakarta tujuan Jawa Tengah pada H-4 hingga H-2 lebaran.

Mudik dengan kendaraan roda tiga dirasakan Muhamad cukup aman dan santai, karena laju kendaraan bajaj tersebut kurang dari 40 kilometer per jam, meski jalan lambat mesin bajaj mampu diandalkan hingga tiba di kampung halaman, bajaj terhindar dari angin malam.

Menurut dia, perjalanan bajaj tidak secepat kendaraan roda dua, butuh kesabaran mengendarai kendaraan yang kondisi mesin dan bodi sudah tua, sehingga dari Jakarta tiba di Pantura Kabupaten Cirebon berhenti mendinginkan mesin kurang dari lima kali.

Bahan bakar kendaraan roda tiga sudah tidak sehemat kendaraan roda dua, dari Jakarta hingga Kabupaten Cirebon sudah menghabiskan kurang dari 20 liter premium, diperkirakan pengeluaran bahan bakar sepeda motor kurang dari 10 liter premium, dua kali lipat namun bedanya bajaj bisa membawa keluarga dengan leluasa.

Rohadi pemudik bajaj lainnya mengaku, perjalanan menggunakan kendaraan roda tiga butuh waktu cukup panjang dibandingkan dengan kendaraan lain, berangkat dari Jakarta pukul 13.00 WIB hari Jum`at(26/8). Sabtu dini hari baru sampai di Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, kendaraan roda tiga meski usianya sudah tua namun masih tetap diandalkan untuk mudik ke kampung halaman mereka, padahal perjalanan Jakarta hingga Tegal dan Kabupaten Pemalang cukup jauh, selain itu memasuki H-4 lebaran arus mudik padat dan macet.

Pemudik kendaraan roda tiga, kata Rohadi, butuh pengalaman cukup untuk mengendarainya apabila arus lalu lintas di pantura mulai Karawang, Subang, Indramayu hingga Kabupaten Cirebon macet karena kondisi macet tersebut membuat mesin bajaj cepat panas dan boros bahan bakar.

Dia mengaku, mudik dengan kendaraan roda tiga sebenarnya terpaksa karena jika menggunakan kendaraan roda dua tidak bisa membawa keluarganya dengan nyaman, meski waktu diperjalanan cukup panjang, tiba di Kabupaten Tegal dari Jakarta kurang dari 30 jam, karena terhambat macet arus mudik. (ANT/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Arus mudik malam Idul Adha, Tol Cipali padat

Komentar