Liga Prima Indonesia gandeng penyedia konten malaysia

Jakarta (ANTARA News) - PT Liga Prima Indonesia sebagai pengelola kompetisi profesional Liga Prima resmi menggandeng penyedia konten televisi asal Malaysia, Broadway Media melalui televisi satelit berbayar Astro.

Nota kerjasama ini ditandatangani oleh CEO PT Liga Prima Indonesia Widjajanto dan Executive Chairman Broadway Media Datuk Syed Ahmad Khalid di VIP Barat Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis.

"Kerjasama ini sangat bersejarah. Ini pertama kali liga profesional disiarkan secara resmi di Negeri Jiran," kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin di sela penandatanganan kerjasama.

Menurut dia, kerjasama yang dilakukan saat ini diharapkan membawa nilai tambah berupa peningkatan hubungan klub dan liga sepakbola profesional serta menjalin hubungan masyarakat kedua negara melalui sepakbola.

Dengan adanya kerjasama ini pihak PT Liga Prima Indonesia memberikan hak dan kewenangan kepada Broadway Media Malaysia untuk menyiarkan pertandingan kompetisi Liga Prima untuk pemirsa televisi berbayar di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Pada tahap awal kerjasama yang dimulai awal Oktober nanti, Broadway Media akan memasok tayangan pertandingan untuk dua saluran televisi berbahasa Indonesia yaitu Pelangi dan Bintang.

"Bola sepak saat ini tidak hanya sebuah olahraga saja tetapi sudah masuk industri dan konten paling berkembang adalah olahraga," kata Menteri Belia dan Sukan Malaysia YB Dato` Sri Ahmad Shabery Cheek di sela penandatangan kerjasama.

Menurut dia, dengan momen kerjasama ini diharapkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia terutama dibidang olahraga. Apalagi saat ini banyak masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia.

Pernyataan yang sama disampaikan Menpora Andi Mallarangeng. Menurut dia, kerjasama ini dinilai sangat menguntungkan bagi kedua negara dan kondisi ini diharapkan terus terjalin.

"Banyak pemain bola Indonesia bermain di Malaysia, begitu juga dengan sebaliknya. Terus terang kami bangga dengan kerjasama ini," katanya.
(*)

 

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar