Surabaya (ANTARA News) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Divisi Flexi berencana meluncurkan layanan akses data berkecepatan tinggi menggunakan teknologi "Evolution Data Only" (EvDO) pada Oktober 2011.

"Persiapan sudah dilakukan dan perangkat pendukung EvDO dijadwalkan sudah datang pada Oktober," kata General Manajer Pelayanan Jaringan Telkom Flexi Area Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, I Ketut Budi Utama, di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan, sebelum peluncuran resmi Evdo, pihaknya sudah melakukan uji coba teknologi tersebut dengan memasang pada sekitar 15 titik hotspot Flexinet di Surabaya.

Teknologi yang rencananya diluncurkan Telkom Flexi adalah "EvDO Rev-A" yang mampu melayani akses internet dengan kecepatan hingga 3,2 Mbps dan "EvDO Rev-B" dengan kecepatan akses hingga mencapai 5,1 Mbps.

"Dengan layanan Evdo, pengguna Flexinet akan semakin nyaman mengakses internet. Tentu tarif layanan ini tidak sama dengan Flexinet," tambah Ketut Budi.

Selain penyiapan jaringan, Telkom Flexi juga menggandeng beberapa vendor besar, seperti ZTE, Huawei dan HTC untuk menyediakan perangkat pendukung, seperti ponsel pintar (smartphone) berbasis Android dan modem.

General Manajer Komersial Telkom Flexi Area Jatim, Bali dan Nusra, Suparwiyanto, menambahkan, pihaknya telah menyiapkan kartu perdana yang kompatibel dengan teknologi Evdo tersebut.

"Untuk pelanggan Flexi lama bisa melakukan `up grade` kartu untuk mendapatkan layanan ini dan prosesnya juga cepat," katanya.

Untuk tarif penggunaan layanan akses data Evdo, Suparwiyanto mengatakan, sampai saat ini masih belum diputuskan. "Yang jelas lebih tinggi dari tarif Flexinet, tapi juga tidak mahal," tambahnya.

Saat ini, pelanggan Flexi yang menggunakan akses data Flexinet tanpa batas (unlimited) dikenai tarif harian Rp2.500, mingguan Rp15.000 dan bulanan Rp50.000.

Suparwiyanto optimistis peluncuran Evdo akan semakin mendongkrak pertumbuhan pengguna layanan akses data, karena kecepatan aksesnya yang cukup tinggi.

Hingga kini, dari sekitar 19 juta pelanggan Flexi secara nasional, lebih kurang 3,5 juta di antaranya menggunakan layanan data. Khusus untuk wilayah Jatim, Bali dan Nusra, pengguna akses data sekitar 15 juta.

"Pengguna akses data secara nasional tumbuh dua kali lipat dibanding 2010. Sementara khusus wilayah Jatim, Bali dan Nusra, pertumbuhannya sudah mencapai lima kali lipat," ujarnya.
(T.D010/M026)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011