bisa bekerjasama dengan pihak lain
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat membantu kelompok tani Hisbul Waton di kawasan Semanan, Kalideres cara mengemas hingga memasarkan hasil pertanian.

"Kami bantu mereka (petani)  cara mengemas hingga memasarkan hasil panen," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan, Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Barat, Iwan Indriyanto saat ditemui di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat Selasa.

Menurut Iwan, pihaknya perlu membantu para kelompok tani dalam memasarkan produk demi meningkatkan penjualan.

Dia menargetkan beras hasil karya kelompok tani ini bisa bersaing dengan produk beras kemasan lain di pasaran.

Iwan pun menjelaskan tahapan yang dilakukan para kelompok tani dalam mengolah gabah hingga menjadi beras kemasan.

Pertama, para kelompok tani akan mengumpulkan hasil gabah untuk diolah menjadi padi. Gabah tersebut pun akan diolah oleh pihak swasta untuk diubah menjadi padi.

"Proses pengolahan padi jadi beras bisa bekerjasama dengan pihak lain," jelas Iwan.

Setelah itu, pihaknya Suku Dinas akan berkoordinasi dengan kelompok tani untuk mengemas beras tersebut sebelum akhirnya dipasarkan.

Para kelompok tani membanderol harga beras perkemasan sebesar Rp60.000 dengan berat enam kilogram.

Saat ini, para petani baru bisa memasarkan hasil taninya langsung ke perorangan maupun kelompok.

Dalam waktu dekat, Iwan akan mendaftarkan produk beras tersebut ke Pangan Segar Asal Tumbuhan Produk Usaha Kecil (PSATPUK) agar mendapatkan lisensi untuk dipasarkan ke pasar resmi dan swalayan.
Baca juga: Wali Kota Jaksel berharap kelurahan maksimalkan pertanian perkotaan
Baca juga: Anies panen melon di Agro Edu Wisata Cilangkap
Baca juga: Sudin KPKP panen 30 kilogram sayuran hidroponik di atap masjid RSCM

Pewarta: Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2022