Gangtok, India (ANTARA News) - Jumlah kematian akibat gempa bumi yang berkekuatan 6,9 skala Richter di perbatasan India-Nepal naik menjadi 63.

Sedikit-dikitnya 35 orang tewas di negara bagian Sikkim, India timurlaut, dalam gempa yang terjadi Minggu itu, kata Sekretaris Kementerian Dalam Negeri R.K. Singh pada jumpa pers di New Delhi, sementara bangunan-bangunan yang roboh dan tanah longsor menewaskan 13 orang lagi di sejumlah negara bagian India berdekatan.

Polisi mengatakan bahwa delapan orang tewas di Nepal, dan kantor berita resmi China melaporkan tujuh orang tewas di Tibet selatan.

Guncangan-guncangan dirasakan hingga jarak lebih dari 1.000 kilometer di New Delhi di arah barat, dan di Bangladesah di arah timur.

Tim penyelamat yang pergi ke daerah pegunungan menghadapi tugas sulit karena musim hujan, sementara saluran komunikasi terputus dan jalan terhalang batu serta lumpur.

Badan Gempa AS (USGS) mengatakan, gempa itu mengguncang negara bagian Sikkim di kawasan Himalaya yang berbatasan dengan Nepal, Bhutan dan Tibet pada Minggu sekitar pukul 18.10 waktu setempat (pukul 19.40 WIB).

Pusat gempa itu berlokasi sekitar 60 kilometer sebelah baratlaut ibu kota Sikkim, Gangtok, yang berada dalam kegelapan akibat terputusnya aliran listrik setelah gempa tersebut.

Guncangan-guncangan kuat dirasakan di kawasan luas yang mencakup Nepal, Bhutan, Bangladesh dan kota-kota India, Guwahati serta Kolkata, dan bahkan hingga New Delhi, ibu kota India.

Gempa besar itu diikuti oleh dua gempa susulan, satu diantaranya berkekuatan 6,1 skala Richter.
(M014)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011