Jambi (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono, pada Rabu malam menerima gelar adat Melayu Jambi sebagai bentuk penghormatan warga setempat atas peran dan kontribusi mereka dalam kemajuan Jambi.

Dalam sebuah acara yang berlangsung di Balairung Lembaga Adat Melayu Jambi, Presiden menerima gelar adat Sri Paduko Maharadjo Notonegoro dan Ibu Hj. Ani Yudhoyono menerima penghargaan Karang Setio berupa Liontin Sri Tandjung Nan Selilit.

Presiden saat upacara mengenakan pakaian tradisional Teluk Belanga berwarna kuning emas senada dengan baju kurung yang dikenakan Ani Yudhoyono yang berwarna sama.

Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi, Hasip Kalimudin Syam, penghargaan tersebut merupakan kehormatan dari warga Jambi atas jasa Presiden yang dipandang memajukan daerah tersebut.

Selain pembacaan pemberian gelar adat, Presiden juga menerima keris bergagang putih dari tetua adat setempat.

Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono mengatakan sangat bangga menerima gelar adat tersebut dan merupakan kehormatan bagi pribadi maupun keluarganya.

Pidato yang disampaikan dalam bentuk pantun tersebut, Kepala Negara juga mengatakan banyak kenangan saat mengunjungi Jambi.

Presiden mengatakan, banyak capaian pemerintah, namun masih ada yang perlu diperbaiki. Presiden setidaknya menyampaikan 10 lebih bait pantun dalam pidatonya dan mendapat sambutan dari undangan yang hadir.

"Awan berarak di atas kerinci. Terpantul cahaya keemasan mentari pagi, sungguh bersyukur kehadiran Ilahi bisa bersiturahmi dengan majelis ini," kata Presiden dalam salah satu pantunnya.

Presiden berkeyakinan, bila semua pihak bekerja keras dalam pembangunan Jambi maka tujuan pembangunan dapat tercapai.

Dalam acara tersebut Presiden juga meresmikan musyawarah lembaga adat se-Sumatera yang berlangsung di Jambi.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, muspida setempat. Juga hadir sejumlah menteri antara lain Mendagri Gamawan Fauzi, Mendiknas Muhammad Nuh, Mensesneg Sudi Silalahi, Menbudpar Jero Wacik, Seskab Dipo Alam, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menhut Zulkifli Hassan dan Menteri Koperasi UKM Syarifuddin Hassan.
(T.P008)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011