Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengecam keras teror bom bunuh diri di Gereja Bethel Injili Sepenuh Kepunton Solo.

"Aksi seperti itu tidak dapat dibenarkan dan hanya dilakukan oleh orang yang tidak bertuhan dan berperikemanusiaan," kata Din dalam pernyataannya melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu.

Hal tersebut disampaikan menanggapi teror bom bunuh diri di Gereja GBIS Kepunton, Solo, Jateng, Minggu siang.

Akibat teror itu tersangka pelaku tewas dan sedikitnya 22 orang lain dilarikan ke rumah sakit sekitar gereja.

Dalam pernyataan tersebut Syamsuddin mengimbau umat beragama agar dapat menahan diri dan tidak terpancing oleh pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh.

Dia juga meminta kepada Polri untuk segera menyelidiki dan menemukan pelaku serta aktor intelektual di belakangnya. (A025)

Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2011