Kondisi Bahorok sulitkan tim SAR evakuasi korban

Kondisi Bahorok sulitkan tim SAR evakuasi korban

Jenis Pesawat yang Hilang PESAWAT HILANG. Pesawat komersil NBA parkir di bandara internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kab.Aceh Besar, Aceh, September 2010 lalu. Jenis pesawat yang sama ini, milik PT Nusantara Buana Air (NBA) membawa 14 penumpang dan dua kru pesawat, pada Kamis (29/9) dilaporkan hilang dalam perjalanan dari Medan menuju Kutacane , Kab. Aceh Tenggara. (FOTO ANTARA/Ampelsa) ()

Medan (ANTARA News) - Lebatnya hutan dan terjalnya gunung di kawasan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menyulitkan tim SAR mendekati lokasi jatuhnya pesawat Casa-212-200 milik maskapai penerbangan Nusantara Buana Air, Kamis.

Kepala Basarnas Daryatmo di Medan, Kamis, mengatakan, lokasi jatuhnya pesawat tersebut cukup sulit didekati karena terjal dan juga membahayakan.

Perkembangan terakhir hingga pukul 17.00 WIB, tim SAR masih berjarak sekitar 10 Km dari lokasi jatuhnya pesawat.Diperkirakan Jumat (30/9) dini hari, tim sudah bisa mencapai lokasi untuk segera melakukan evakuasi terhadap korban.

Ditanya mengenai kondisi korban, ia mengatakan pihaknya belum dapat memastikan namun yang jelas pesawat tidak terbakar saat jatuh.

"Sampai sekarang kita belum tahu kondisi para penumpang. Malam atau dini hari nanti setelah tim sampai kita baru bisa tahu keadaan para penumpang itu. Kalau tim sudah sampai mereka akan memberi laporan ke posko," katanya.

Mengenai tim yang turun untuk melakukan evakuasi, menurut dia, sampai sejauh ini ada empat tim yang turun yakni dari Angkatan Udara, Angkatan Darat, Kepolisian dan dari Basarnas.

Saat ini, lanjut dia, mengingat sulitnya medan, pihaknya telah menurunkan satu buah helikopter untuk memudahkan pelaksanaan evakuasi.

"Saat ini helikopter kita sudah sampai di Palembang, kalau tidak ada halangan Jumat pagi, mungkin sudah sampai di lokasi terdekat. Kita juga sedang mengusahakan tambahan helikopter lain dari pemerintah," katanya.

Sebelumnya, pesawat Casa 212-200, nomor penerbangan BA 823 berangkat dari Bandara Polonia Medan pukul 07.28 WIB dengan tujuan Kutacane, Aceh.

Pesawat diperkirakan sampai di Bandara Leuser, Kutacane sekitar pukul 08.00 WIB. Sepuluh menit sebelum mendarat, pesawat hilang kontak di titik koordinat 03 24 LU dan 098 11 BT.

Pesawat keluaran tahun 1989 itu, mengangkut 18 orang penumpang. Empat diantaranya kru pesawat.

Seksi Manager PT Nusantara Buana Air (NBA), Robur, mengatakan pesawat mendarat dalam keadaan darurat di titik koordinat N.03 derajat 23.80 E.098 derajat 01.21. Lokasi mendarat merupakan pegunungan kapur yang terletak di kawasan hutan Bahorok, Kabupaten na Langkat.

"Tadi tim kita dari PT NBA sudah melakukan pantauan melalui udara bersama tim dari otoritas bandara di Medan. Sementara ini, hasil pantauan, pesawat tersebut utuh," katanya.
(T.KR-JRD/M034)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

KNKT temukan anomali sistem autothrottle pesawat SJ 182

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar