Kemenkominfo selesaikan pengaduan pencurian pulsa

Kemenkominfo selesaikan pengaduan pencurian pulsa

Tifatul Sembiring (FOTO ANTARA)

Saat ini kami sedang meneliti dugaan pencurian pulsa dan kalau terbukti akan dilaporkan ke polisi
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya sudah menyelesaikan sekitar 93 persen dari seluruh pengaduan masyarakat mengenai pencurian pulsa selular.

"Ada sebanyak 9.638 laporan dari masyarakat perihal pencurian pulsa dan sudah diselesaikan sekitar 95 persen," kata Tifatul Sembiring pada rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI di Jakarta, Senin.

Menurut dia, laporan pengaduan masyarakat soal pencurian pulsa ditangani oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) melalui 159 nomor "call center".

Dari 9.638 laporan yang diterima oleh BRTI, sudah diselesaikan sekitar 95 persen.

Tifatul mengakui, saat ini banyak masyarakat yang melaporkan soal pencurian pulsa yang segera ditindaklanjuti oleh Kemneterian Komunikasi dan Informasi.

"Saat ini kami sedang meneliti dugaan pencurian pulsa dan kalau terbukti akan dilaporkan ke polisi," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo, meminta Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring, agar mengumumkan 60 perusahaan "content provider" nakal sejak Juli 2011.

Menurut dia, salah satu modus "content provider" nakal adalah dengan berganti-ganti nama.

Pengguna telepon seluler di Indonesia, kata dia, sebagian besar adalah masyarakat menengah ke bawah yang membeli pulsa dengan cara membayar dimuka, dan hanya sedikit yang memilih membeli pulsa dengan cara paska bayar.

"Karena itu, BRTI harus bersikap tegas terutama dalam hal registrasi, jangan sampai rakyat dirugikan," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta agar Menteri Kominfo menindak tegas "content provider" nakal dan sebaliknya memberi penghargaan kepada "content provider" jujur.

(R024)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar

  1. baru tau yaa kalau sebenarnya mulai dari content provider sm provider Telkomsel, Indosat, XL dan lain sebagainya sudah menyuap mentri dan jajarannya...??? makanya mentri ga bisa berbuat apa-apa krna sudah di SOGOK.... CUUUUUUIIIIIIIIIIHHHHHH.........!!!!!!!!!!

  2. tutup Cont Prov yg nakal.........GITU AJA KOK REPOT, atau repot gak dapat " bingkisan " lagi yaaaaa

  3. pak
    lo saya buat pket nelpon pulsa saya pasti hilang
    bgai mn tindak lanjut nya pak???

  4. pakkk ,, tuluungg saya .. saya baru isi pulsa 5000 .. trs saya aktifin paket GAUL BLACKBERRY HARIAN RP.2000, masa pulsa saya ke potong sampai habis semuanya .. saya pakai INDOSAT IM3 ...

  5. KALAU LIHAT TALK SHOW DI TV .AGAK HERAN JUGA KALAU KEMENINFO KESULITAN TUTUP C P.MENDING PAK TIFATUL TIDUR AJA MAKAN GAJI BUTA .KITA IKLAS KOK PAK. MENTRI..SLAMAT BOBO YANG MANIS PAK MENTRIIIIIIIIIIIII..........

  6. Pemerintah INDONESIA, diharapkan..NOL BESAR... thoh itu sudah disuap o/ operator, content provider. Ini kasus sudah lama terjadi beberapa tahun yg lalu, skg aj lg nge-trend. Klo memang ada niat TULUS U/ menyelesaikan kasih dong HUKUMAN BERAT kepada operator dan provider itu baru tindakan nyata...

  7. meskipun saya tidak tahu tentang seluk beluk ponsel dan pulsa, saya yakin operator juga dapat bagi hasil dari pencurian pulsa berkedok undian hadiah, pokoknya dengan iming2 ttn. bagaimana mungkin no saya kok diketahui konten-konten nakal klo ndak ada kerjasama? setelah ketahuan ya asiknya pada munkir semua hee...he...

  8. Semua operator saling berkilah dan menentang adanya pencurian pulsa terhadap pelanggan.....!!!! apakah yang namanya "PENCURIAN" adalah tindakan haram......?!!! meski sekecil apapun.
    Berarti semua perusahaan operator adalah perusahaan "HARRRAAM....!!"

  9. Saya pelanggan XL Blackberry Gaul harian dengan biaya Rp. 2000,- per hari. Sudah beberapa kali saya menyadari pulsa saya dipotong sebanyak 2 kali (2 x Rp. 2000,-) dalam sehari. Saya mohon perhatian dari pihak XL untuk kejadian berulang-ulang ini karena sangat merugikan konsumen. Terima kasih.

  10. selesaikan maslah ga bakalan tuntas kalau cuma menangani korbannya...TUTUP FASILITAS YG MEMUNGKINKAN PROVIDER NAKAL BERIKLAN KE NO HP KONSUMEN...NO HP KONSUMEN ADALAH HAK PRIBADI YG DILINDUNGI OLEH UNDANG2...PROVIDER HARUSNYA MEMBAYAR JIKA MAU MEMANFAATKAN HP KITA SEBAGAI SPOT IKLAN... DIANCUUUK!!!