counter

Bambang: permainan timnas kurang maksimal

Bambang: permainan timnas kurang maksimal

Bambang Pamungkas (FOTO.ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Kapten tim nasional Indonesia Bambang Pamungkas mengatakan permainan tim nasional kurang maksimal sehingga kalah 2-3 dari Qatar pada pertandingan lanjutan Pra-Piala Dunia Grup E di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa malam.

"Faktor yang membuat kalah karena sudah enam bulan tidak ada kompetisi sehingga permainan kurang maksimal," kata Bambang saat jumpa pers setelah pertandingan usai.

Selain faktor tersebut, kata Bambang, peluang yang mereka miliki juga berat mengingat tim Qatar memang bermain dengan cukup baik. Apalagi, katanya, Firman Utina dan Hamka sedang sakit.

"Tadi Qatar bermain dengan baik, itu permainan terbaik mereka," kata Bambang yang juga mengucapkan selamat untuk Qatar atas kemenangan mereka.

Namun Bambang menegaskan bahwa walaupun timnas memiliki peluang yang kecil, masih ada sisa tiga pertandingan lagi.

Bambang berharap kompetisi di Indonesia segera dimulai agar pemain bisa lebih meningkatkan kualitas permainannya dan pelatih dapat memilih pemain-pemain baru.

Tim nasional Indonesia harus menelan kekalahan lagi pada laga lanjutan Pra-Piala Dunia Grup E setelah dikalahkan Qatar 2-3. Kekalahan tersebut semakin mempersulit kesempatan Indonesia untuk lolos penyisihan group.

Pada paruh kedua Qatar berhasil menjebol gawang Feri Rotin Sulu untuk ketiga kalinya pada menit ke-59 melalui Muhammed Razarak.

Sebelumnya Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya dari Qatar menjadi 1-1 pada menit 25. Namun kembali kebobolan pada menit ke-30 melalui tendangan Khalfan Ibrahim.

Empat menit kemudian, Indonesia menyamakan kedudukan melalui gol kedua "El loco" Gonzales dan menaklukkan penjaga gawang Qatar, Malick Baba.

Namun Indonesia akhirnya menyerah 2-3 setelah pada paruh kedua Qatar menjebol gawang Feri Rotin Sulu untuk ketiga kalinya pada menit ke-59 melalui Muhammed Razarak.  (ANT-06/I015)

Indonesia harus puas dengan medali perak sepak takraw

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar