counter

Program Green Indonesia hadirkan mesin RVM

Program Green Indonesia hadirkan mesin RVM

Reserve Vending Machine. (Foto istimewa) (1)

Jakarta (ANTARA News) - Buang sampah bisa jadi hal menyenangkan? bisa saja, bahkan sekaligus mendidik disiplin. Hal ini yang digagas beberapa institusi dengan menghadirkan mesin RVM (Reverse Vending Machine) di indonesia.

Program Green Indonesia yang digagas oleh IBL (Indonesia Bussiness Links),Danone Grup, PT. Reksa Kencana bekerjasama dengan LKBN ANTARA menghadirkan satu mesin RVM yang diletakkan di lingkungan wisma ANTARA Jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat.

Sesuai dengan Program Green Indonesia, mesin RVM nantinya akan ditaruh di wilayah silang Monas sebagai ikon pembersih kota.

"Ini RVM pertama di Indonesia dan  ikon pembersih ini akan menyalakan gerakan bagi 240 juta orang Indonesia untuk lebih peduli terhadap lingkungan." kata Direktur Utama LKBN ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf dalam kesepakatan kerjasama program itu di Wisma ANTARA Jakarta.

RVM (Reverse Vending Machine) yang didatangkan dari Korea itu merupakan mesin yang dirancang untuk memotivasi orang belajar mendaur ulang dengan cara yang menyenangkan.

Setiap kali sampah dimasukkan, mesin akan memilih dan memisahkan sampah yang masuk menjadi produk daur ulang berdasarkan bahannya. Mesin akan memadatkan voleme produk sampai dengan 92 persen atau menghancurkan dan menyimpan hasil  berupa potongan ke dalam wadah lain.

Satu kertas cetakan yang menyatakan jumlah poin sesuai dengan jumlah botol atau kaleng yang dimasukkan, akan keluar di bagian bawah mesin.

Parmaningsih Hadinegoro, Vice President Corporate Secretary Danone group yang memberikan pendanaan bagi program tersebut mengatakan bahwa salah satu masalah di kota besar adalah masalah sampah.

"Masalah sampah tidak bisa ditanggulangi di hilir saja tetapi juga di hulu, adanya program ini diharapkan  akan memperbaiki perilaku kita dalam mengelola sampah." katanya.
(yud)

Pewarta: Yudha Pratama Jaya
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Aksi bersih laut dari sampah di Teluk Ambon

Komentar