Medan (ANTARA News) - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan, Sumatera Utara, memberangkatkan 20 perawat untuk mengikuti seleksi guna ditempatkan ke Jepang pada tahun 2012.

Kepala Seksi Kelembagaan BP3TKI Medan, Kasio, yang dihubungi ANTARA News di Medan, Sabtu, mengatakan bahwa perawat yang diberangkatkan itu berasal dari dua akademi keperawatan (Akper) di daerah tersebut.

Sebelum mengikuti seleksi, perawat-perawat tersebut terlebih dulu mendapatkan pelatihan bahasa Jepang yang diselenggarakan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Pelatihan yang dilaksanakan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kementerian Pendidikan Nasional itu dimaksudkan untuk memudahkan para perawat tersebut berkomunikasi ketika bekerja di Jepang.

Setelah memiliki kemampuan dalam berbahasa Jepang, perawat dari Sumut itu akan menjalani seleksi bersama calon TKI dari provinsi lain.

"Mudah-mudah mereka lulus," katanya.

BNP2TKI memberikan pelatihan berbahasa Jepang bagi 200 calon TKI perawat pasien (nurse) dan pengasuh jompo (careworker) yang akan ditempatkan ke Negeri Matahari Terbit itu pada 2012.

Deputi Kepala BNP2TKI Bidang Penempatan, Ade Adam Noch, mengatakan bahwa peserta pelatihan yang dilaksanakan pada 12 Oktober itu terdiri atas 54 orang calon perawat dan 146 orang calon pengasuh jompo.

Selama masa pelatihan Bahasa Jepang mereka akan mengikuti serangkaian proses seleksi, antara lain tes Bahasa Jepang, wawancara, tes bakat dan kecerdasan, serta kecocokan menghadapi budaya Jepang (matching).

"Bilamana matching berarti diterima oleh salah satu rumah sakit atau panti lanjut usia di Jepang," kata Ade.
(T.I023/M034)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011