London (ANTARA) - Rubel Rusia melemah pada Kamis, didorong oleh ekspektasi bahwa Rusia dapat melonggarkan langkah-langkah pengendalian modal sementara lebih lanjut, sementara saham jatuh karena negara itu melanjutkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus" di Ukraina.

Bank sentral Rusia sedang mempertimbangkan pelonggaran persyaratan untuk penjualan wajib pendapatan mata uang asing oleh perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor, harian bisnis Vedomosti melaporkan, mengutip seorang pejabat bank sentral.

Saat ini eksportir Rusia diwajibkan untuk menjual 80 persen dari pendapatan valas mereka dalam tiga hari pertama setelah menerimanya di bawah aturan yang ditetapkan oleh Presiden Vladimir Putin pada akhir Februari untuk membatasi volatilitas rubel di tengah sanksi barat.

Pada pukul 07.39 GMT, rubel jatuh 2,0 persen menjadi 81,50 per dolar, menjauh dari level terkuatnya sejak 11 November dari 71 yang dicapai minggu lalu.

Terhadap euro, rubel turun sekitar 2,5 persen menjadi 88,55 setelah sempat meluncur melampaui angka 90.

Baca juga: Rubel anjlok saat Rusia longgarkan beberapa kontrol modal

Rubel melemah minggu ini setelah bank sentral membatalkan komisi 12 persen untuk membeli mata uang asing melalui broker dan berjanji untuk mencabut larangan sementara menjual uang tunai valuta asing kepada individu mulai 18 April.

Tetapi rubel tetap mendapat dukungan dari perusahaan yang berfokus pada ekspor yang masih berkewajiban untuk menjual pendapatan valas mereka di pasar domestik.

Pasangan dolar-rubel diperkirakan akan tetap dalam kisaran 79-81 terhadap dolar, kata Promsvyazbank.

Tindakan Rusia di Ukraina tetap menjadi fokus, bersama dengan risiko sanksi baru Barat dan ekspektasi bahwa ekonomi sedang menuju kontraksi paling tajam sejak 1994.

Inflasi telah meningkat ke level tertinggi sejak Februari 2002, mencapai 17,5 persen secara tahunan pada 8 April.

Indeks saham Rusia juga turun. Indeks RTS dalam denominasi dolar merosot 3,2 persen menjadi 965 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel turun 1,2 persen menjadi 2.497,8 poin.

Baca juga: Pemerintah Rusia bahas pemberian subsidi kepada maskapai dan bandara

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2022