counter

SIKIB latih pengusaha limbah dan aksesoris

SIKIB latih pengusaha limbah dan aksesoris

- (PT Indah Kiat)

Kami mengharapkan kemampuan mereka semakin baik dan jumlahnya meningkat,"
Jakarta (ANTARA News) - Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) II melatih para pengusaha kecil yang selama ini mengolah limbah dan memproduksi aksesoris sehingga kemampuan mereka bisa meningkat dan kesejahteraan pengusaha juga semakin membaik.

"Kami mengharapkan kemampuan mereka semakin baik dan jumlahnya meningkat," kata  anggota SIKIB  Laily Muhammad Nuh, istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika membuka acara, di Tangerang, Banten, Senin.

Laily Muhammad Nuh mengatakan program-program pelatihan dan pendidikan ini merupakan prakarsa Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Dalam pelatihan yang berlangsung di kompleks PT Indah Kiat Pulp dan Paper di Tangerang tersebut, belasan wanita pengusaha dari Tangerang dan Serang mendapat pelatihan.

Pelatihan diberikan dari para pakar tentang upaya yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk menghasilkan berbagai barang.

Mereka itu antara lain adalah pengusaha yang selama ini mengolah limbah kertas sehingga mampu menjadi barang yang menarik seperti tempat tisu, tempat pulpen, tempat sampah hingga aksesoris cincin.

Kegiatan-kegiatan pelatihan ini disebut Kriya Rumpin yang artinya Karya di Rumah Pintar.  Ani Yudhoyono memperkenalkan pelatihan yang disebut Indonesia Pintar dan Indonesia Kreatif.

"Kegiatan Kriya Rumpin ini bertujuan untuk menggali potensi para pengusaha," kata Laily Muhammad Nuh seraya mengucapkan terima kasih kepada PT Indah Kiat Pulp and Paper yang ikut membantu program pelatihan itu.

Laily menyampaikan harapannya agar para pengusaha lainnya mau ikut terjun dalam kegiatan pelatihan ini. Ia menjelaskan program Indonesia Pintar bertujuan untuk meningkatkan pendidikan warga, sementara kegiatan Indonesia Kreatif memiliki sasaran mengembangkan program keterampilan.

Miliki Rumah Pintar
Sementara itu Managing Director PT Indah Kiat Pulp and Paper Hendra Gunawan menjelaskan bahwa perusahaan sudah memiliki beberapa rumah pintar antar lain di Mojokerto dan Malang, Jawa Timur.

PT Indah Kiat sedang membangun rumah pintar lainnya seperti di Karawang. "Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari perwujudan tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility produsen pulp dan kertas ini".
(A011)

Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Kolam ikan dari sampah plastik minuman kemasan

Komentar