Jakarta (ANTARA) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyiapkan tempat penampungan sementara untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air sebelum proses kepulangan ke daerah masing-masing.

"BP2MI menyediakan shelter untuk menampung sementara bagi PMI sebelum pulang ke kampung halaman," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers virtual terkait persiapan kepulangan PMI jelang Idul Fitri yang diikuti dari Jakarta, Selasa.

Baca juga: Jelang Lebaran, BP2MI antisipasi peningkatan kepulangan pekerja migran

Benny mengatakan bahwa tempat penampungan itu dapat digunakan oleh tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru kembali ke Tanah Air dan mengalami kendala atau penundaan sebelum dapat pulang ke kampung halaman masing-masing.

Menurut dia, penampungan sementara itu disediakan untuk membantu pekerja asal Indonesia daripada mereka harus mengeluarkan biaya untuk penginapan dan bertujuan menjadi tempat transit sementara.

Tempat penampungan itu dapat digunakan secara gratis seperti yang berada di Serang, Banten dan Ciracas di Jakarta.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, 64.811 pekerja migran telah kembali ke Indonesia

Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk dapat menggunakan Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) sebagai tempat penampungan jika memang dibutuhkan.

BP2MI mengantisipasi kepulangan 12.134 pekerja asal Indonesia dari 24 negara atau wilayah penempatan yang kontraknya akan berakhir pada Mei 2022.

Para PMI itu akan pulang dari Taiwan sebanyak 6.023 orang, 3.760 orang dari Hong Kong, 1.741 orang dari Korea Selatan, dan 610 orang yang pulang ke Tanah Air dari 21 negara lainnya.

Baca juga: BP2MI gandeng perguruan tinggi siapkan pekerja migran

"Terkait informasi kepulangan PMI, BP2MI terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri di negara-negara penempatan melalui perwakilan Republik Indonesia untuk informasi rencana kepulangan PMI. Sehingga BP2MI dapat memastikan kepulangan mereka dan menyiapkan hal-hal yang harus disiapkan dengan baik," kata Benny Rhamdani.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2022