Jakarta (ANTARA) - Lari halang rintang kemungkinan akan dipilih sebagai pengganti nomor berkuda di pentathlon modern pada Olimpiade 2028, tetapi satu kelompok atlet menentang langkah tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan terhadap manajemen olahraga.

Organisasi internasional untuk pentathlon modern (UIPM) mengatakan pada November akan menghapus nomor berkuda dari Olimpiade Los Angeles dan akan mengganti dengan jenis olahraga lainnya yang disesuaikan melalui proses konsultasi.

Keputusan itu muncul setelah pelatih pentathlon modern Jerman Kim Raisner menyerang seekor kuda di Olimpiade Tokyo tahun lalu ketika menolak untuk melompati pagar, sebuah insiden yang menyebabkan kecaman luas terhadap olahraga tersebut.

Baca juga: KONI dukung penuh Kejuaraan Dunia Biathle/Triatle 2023 di Bali
Baca juga: Presiden IOC sanjung tinggi persiapan awal Olimpiade Brisbane


Perwakilan Pentathlon United termasuk juara Olimpiade Inggris Joe Choong menulis kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach pada Minggu bahwa dia meminta IOC untuk campur tangan dan menyelidiki kurangnya transparansi UIPM.

"Proses konsultasi UIPM adalah ilusi terbaik dan, tampaknya, dirancang hanya untuk melegitimasi hasil yang telah ditentukan sebelumnya (yang kami duga akan menjadi lari halang rintang bekerja sama dengan World OCR)," kata kelompok itu dalam surat mereka.

"IOC jelas dalam harapannya menyatakan bahwa atlet harus memainkan peran sentral dalam proses peninjauan dan konsultasi untuk disiplin kelima. Ini belum terjadi," tulis mereka.

UIPM, yang akan mengadakan rapat dewan eksekutif pada Senin, tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Baca juga: IOC pangkas jumlah kelas angkat besi di Olimpiade Paris

Pentathlon modern menjadi salah satu cabang olahraga di Olimpiade sejak 1912 dan menampilkan lima disiplin yakni: anggar, renang, berkuda, menembak pistol, dan lari lintas alam.

"Kami meminta IOC untuk melakukan penyelidikan yang komprehensif dan independen terhadap standar tata kelola dan kejujuran UIPM dan proses konsultasi disiplin kelima."

Pentathlon United mengatakan, hasil survei terhadap 310 atlet masa lalu dan saat ini menemukan bahwa 95 persen dari mereka tidak senang dengan keputusan UIPM, sementara lebih dari 77 persen mengatakan mereka tidak mungkin bertahan dalam olahraga jika elemen berkuda dihilangkan.

"Atlet telah dikesampingkan dari dialog dan preferensi mereka yang jelas untuk mempertahankan dan mereformasi elemen berkuda telah diabaikan," ujar surat itu.

Baca juga: Selancar masuk Olimpiade Los Angeles 2028, angkat besi belum pasti
Baca juga: KOI jalin diplomasi internasional pertahankan angkat besi di Olimpiade

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Bayu Kuncahyo
Copyright © ANTARA 2022