Surabaya (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengingatkan para kadernya untuk tidak menjadi pengurus partai politik mana pun.

"Tidak boleh ada satupun struktural NU, baik mulai tingkat wilayah hingga ranting untuk menjadi pengurus partai politik," ujar Ketua Dewan Tanfidz PWNU Jatim Mutawaqqil Alallah kepada wartawan, Selasa.

Ia mengakui, saat ini mayoritas kadernya memang berada di partai, namun tidak duduk dalam kepengurusan atau pimpinan partai, termasuk partai politik berbasis massa NU.

"Kalau duduk di partai memang banyak dan itu kami persilahkan. Banyak kok pengurus NU yang berhasil menjadi anggota legislatif," tutur dia.

Pihaknya juga mengaku seringkali didatangi oleh partai-partai politik. Terakhir, dalam sepekan dua partai yakni Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendatangi Kantor PWNU.

"Kami hanya komunikasi biasa dan membicarakan persoalan selain politik. Siapapun yang datang silahkan dan tidak akan kami tolak," ucap Mutawaqqil.

Kendati demikian, pihaknya tetap menjaga jarak dengan partai manapun dan tidak akan memihak kepada salah satu partai. Terlebih lagi menjadikan kader NU duduk di struktural partai.

"Sudah menjadi ketetapan di Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga di NU, siapa saja struktural NU mulai dari pusat sampai ranting dilarang menjadi pengurus," jelas dia.

Sementara itu, disinggung rencana PKB Jatim menarik kembali semua kader dan ulama NU, Mutawaqqil mengatakan bahwa hal tersebut wajar dilakukan karena PKB memang lahir dari roh NU.

Hanya saja, ia tetap menekankan kepada kader dan ulama NU untuk tidak duduk di kepengurusan.

"Tentunya juga dengan melihat bagaimana sepak terjang dan kegiatan PKB ke depan. Serta bagaimana perannya terhadap kemajuan pendidikan, keagamaan, sosial dan bidang lainnya," kata Mutawaqqil.

(ANT-165)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011