Jakarta (ANTARA) - Dodge Hornet yang dipersiapkan sejak 2006 dalam versi mobil konsep, dikabarkan akan benar-benar meluncur ke pasar otomotif Amerika Serikat pada pertengahan tahun ini.

CEO Dodge, Tim Kuniskis mengonfirmasi hal tersebut kemudian mengisyaratkan bahwa sport utility vehicle (SUV) kompak itu akan hadir dalam versi hybrid.

"Saya pikir, kami sudah mengatakan akan kembali dengan mobil kompak pada musim panas ini dengan meluncurkan Hornet. Kami akan memiliki versi PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) dalam variannya," kata Kuniskis melansir USA Today, Kamis.

Baca juga: GAC akan ekspor kendaraan Dodge Journey ke pasar Meksiko pekan ini
Tampilan Dodge Hornet versi konsep pada 2006. (https://fcajeep.com/2022-dodge-hornet/)


Kendati demikian, hingga kini belum ada tampilan resmi dari perusahaan untuk menggambarkan wujud Dodge Hornet yang akan menjadi pesaing Mitsubishi Outlander PHEV dan Nissan Rogue Sport.

Namun sebagai gambaran, Dodge Hornet kemungkinan akan memakai platform yang sama dengan SUV kompak Alfa Romeo Tonale yang akan meluncur pada awal tahun depan. Hal tersebut sangat mungkin terjadi karena Dodge dan Alfa Romeo merupakan anak perusahaan Stellantis.

Faktor lain yang mendukung hal tersebut adalah Alfa Romeo Tonale yang diproduksi di Italia juga akan diperkuat dengan versi hybrid, sama seperti Dodge Hornet.

Baca juga: FCA mulai jual Dodge Durango SRT Hellcat 2021 hari ini

Dodge Hornet sebenarnya sudah diumumkan Fiat Chrysler Automobiles sebagai mobil konsep pada Geneva Auto Show 2006. Perusahaan menyatakan bahwa Hornet menggabungkan konsep "kesenangan berkendara khas Amerika dengan desain ala Eropa".
Alfa Romeo Tonale (Alfa Romeo Official)


Baca juga: Ford dan Stellantis "recall" ratusan ribu mobil karena masalah wiper

Baca juga: Dodge Durango 2022 debut di SEMA, kado HUT ke-85 Mopar

Baca juga: GAC akan ekspor kendaraan Dodge Journey ke pasar Meksiko pekan ini
Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2022