Denny JA dapat penghargaan dari UKI

Denny JA dapat penghargaan dari UKI

Rektor UKI Maruli Gultom (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Pendiri Lingkar Survey Indonesia (LSI) Danny JA (kanan) di Jakarta, Kamis (1/12). UKI memberikan penghargaan kepada LSI "Achivment Award Bidang Sosial dan Komunikasi Politik," atas kontribusinya bagi ilmu sosial dan komunikasi politik di Indonesia. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA News) - Pendiri dan Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mendapatkan "Achievement Award" bidang riset sosial dan komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jakarta, Kamis sore.

Penghargaan tersebut yang bertepatan dies natalis Fisipol ke-17 UKI itu diserahkan oleh Rektor UKI Ir Maruli Gultom dan disaksikan Dekan Fisipol UKI D Parlindungan Sitorus, SH, MS.

Rektor UKI Maruli Gultom mengatakan, Denny JA dengan LSI dianggap berjasa karena telah memberi warna bagi ilmu sosial, komunikasi politik dan politik pemilu di Indonesia.

LSI membawa tradisi ilmu sosial kuantitatif dengan kemampuannya memprediksi hasil pemilu yang belum terjadi. LSI juga dianggap berjasa membuat hasil riset menarik diberitakan bahkan menjadi "headline" di media nasional. LSI juga dinilai mewarnai politik praktis dan komunikasi politik di Indonesia.

Rektor berharap, LSI yang telah mampu merekayasa ilmu sosial menjadi bermanfaat dalam kehidupan berpolitik, hendaknya mampu merekayasa lagi untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat, seperti kasus tindak kekarasan di masyarakat, tawuran pelajar dan perlakuan masyarakat yang mahfum terhadap koruptor.

Sementara itu, Denny JA menyatakan terimakasih atas penghargaan yang diberikan UKI kepada LSI yang dipimpinnya. Penghargaan tersebut merupakan pertama kali dari kalangan kampus dan berharap kampus agar menyiapkan SDM agar menjadi tenaga handal  dalam riset dan komunikasi politik yang berkembang pesat sejak era reformasi 1998.

Sejak berlakunya era demokrasi dengan ditandai pemilihan langsung untuk anggota legislatif mulai pusat dan daerah, pemilihan presiden, pilkada gubernur, bupati dan walikota, maka lembaga survei diperlukan untuk memotret opini publik dalam pemilu tersebut, katanya.

"Selama demokrasi pemilihan langsung berlaku, selama ini pula pemimpin nasional atau lokal bergantung kepada opini publik," ujarnya.

Dengan demikian, selama opini publik menentukan hasil pemilu/pilkada, selama itu pula semua calon pemimpin yang ingin terpilih perlu bantuan lembaga profesional untuk memahami perilaku pemilih yang dinamis itu yaitu lembaga survei dan konsultan politik.

Acara pemberian penghargaan itu juga diakhiri diskusi politik yang bertemakan "Peranan Lembaga Survei dalam Politik Indonesia".(*)


Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar