Hindari kekerasan antarumat beragama

Hindari kekerasan antarumat beragama

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat untuk tidak memaksakan keyakinan atau menggunakan kekerasan dalam kehidupan antarumat beragama.

"Kita tidak boleh memaksa, apalagi melakukan tindakan kekerasan dan anarkis terhadap mereka yang berbeda," kata Yudhoyono saat memberikan sambutan dalam Perayaan Jubileum 150 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu sore.

Menurut Yudhoyono, setiap agama pasti mengajarkan nilai luhur dan kebaikan. Nilai-nilai itu bisa menjadi dasar dan modal utama untuk membangun karakter bangsa.

Presiden menjelaskan, keragaman budaya dan agama di Indonesia harusnya tidak menjadi potensi perpecahan.

"Kemajukan bangsa kita adalah kekayaan yang harus kita syukuri," katanya.

Untuk itu, kata Yudhoyono, semua warga negara Indonesia harus saling menghormati dan menghargai meski hidup dalam perbedaan.

Pemerintah akan terus berupaya untuk menciptakan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang damai, penuh persaudaraan, dan kebersamaan.

"Kita harus tunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa hidup dalam keberagaman," kata Kepala Negara.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Perayaan Jubileum 150 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu sore.

Presiden memasuki tempat acara pada pukul 16.00 WIB. Dia didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono dan langsung menempati tribun kehormatan.

Sejumlah pejabat juga mendampingi Presiden, antara lain Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Berdasarkan data dari panitia pelaksana, Perayaan Jubileum 150 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Stadiun Utama Gelora Bung Karno itu diikuti oleh sekitar 100.000 orang.

Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam perayaan tersebut, antara lain pemutaran film dokumenter sejarah HKBP dan penyerahan cindera mata kepada Presiden dan Ani Yudhoyono.

Selain itu juga dilaksanakan konfigurasi Tor-tor Jubileum 150 tahun HKBP oleh 1000 orang jemaat.

Ephorus HKBP Pdt. Bonar Napitupulu dalam sambutannya mengatakan, jemaat HKBP memiliki andil yang besar dalam pembangunan Indonesia.

Jemaat HKBP, katanya, akan terus hidup dalam kebersamaan dan mendukung kekuatan NKRI.

Bonar secara khusus meminta kepada Presiden Yudhoyono untuk mempertimbangkan pembentukan provinsi Tapanuli untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut.

"Pembentukan provinsi Tapanuli itu tetap dalam kerangka NKRI," katanya.

Dia juga mengusulkan kepada Presiden Yudhoyono untuk mengikutsertakan jemaat HKBP dalam formasi kabinet.

"Selama dua periode kepemimpinan bapak, belum ada jemaat HKBP duduk di kabinet," kata Bonar.

Menurut dia, jemaat HKBP berkomitmen untuk terlibat langsung dalam pembangunan bangsa.

Namun, Presiden Yudhoyono tidak menyinggung atau menanggapi dua usulan itu dalam sambutan yang disampaikan.
(T.F008/A011)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Persiapan di TMP Kalibata jelang pemakaman Ani Yudhoyono

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar