FIFA tidak selalu disambut hangat oleh Inggris

FIFA tidak selalu disambut hangat oleh Inggris

Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke. (ANTARA/Istimewa)

Paris (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, mengatakan pada kantor berita Prancis AFP bahwa organisasinya tidak selalu mendapat sambutan di Inggris, setelah selama setahun hubungan antara FIFA dan Inggris memburuk.

FIFA menjadi tokoh antagonis oleh media-media Inggris yang berupaya membongkar kasus korupsi di organisasi tersebut. Sementara Inggris merasa sakit hati dengan keputusan FIFA untuk memberikan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 pada Rusia.

Berbicara pada konferensi pers di Paris, setelah mengumumkan tiga kandidat pemain terbaik dunia, Valcke mengusulkan pada FIFA untuk tidak mempertimbangkan London sebagai tempat yang nyaman untuk tuan rumah berbagai ajang sepak bola di bawah naungan FIFA.

Saat mendiskusikan keinginan FIFA untuk melakukan acara penghargaan pemain terbaik dunia di luar Zurich, Valcke berkata, "Kami harus mendiskusikannya di antara kami, apakah itu di Paris, Barcelona, Madrid, London - London, saya tidak tahu - Paris, Barcelona, Madrid, atau kota-kota lain di Eropa."

Setelah itu, Valcke mengatakan kalau ia bermaksud menyatakan bahwa FIFA sebaiknya mengunjungi negara-negara yang akan menjadi penyelenggara pemilihan pemain terbaik, namun ia mengakui kalau hubungan dengan Inggris sedang dingin.

"Itu karena semua pemenang dan nama-nama yang berada di daftar berasal dari Spanyol, maka akan masuk akal jika kami ingin mempertimbangkannya (menggelar acara pemilihan pemain terbaik di luar Zurich), kami akan ke Spanyol," tuturnya pada AFP.

"Apakah kami tidak disambut di London? Saya tidak tahu. Jika saya membaca media setiap hari, itu betul, secara pribadi, saya merasa sedikit seperti itu (tidak disambut hangat di Inggris) - tapi itu hanya perasaan saya saja."

Ketika ditanyai apakah FIFA khawatir Inggris merasa teralienasi oleh FIFA, ia menjawab, "Tidak, itu baik-baik saja. Itu adalah kebebasan di dunia."

"Kami berada di dunia yang demokratis, sehingga semua orang bebas berkata apapun yang mereka inginkan...Mereka masih anggota FIFA, tidak? Itu bukan masalah."

Dalam wawancara dengan harian Swiss, Le Matin Dimanche, yang diterbitkan Minggu, Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan keinginan Inggris mengekspos korupsi merupakan buah kekesalan karena mereka gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Valcke membela media-media Inggris, dengan mengatakan mereka berhak mengkritik FIFA.

"Cara media Inggris menganalisa atau bekerja pada FIFA tidak dimulai pada keputusan (Piala Dunia 2018) Desember silam," ucapnya.

"Itu peristiwa yang panjang. Media di Inggris, sebagaimana mereka, dan media di negara-negara lain memiliki sedikit ketertarikan, atau mungkin mereka tidak memiliki pendekatan yang sama terhadap FIFA dan sepak bola."

"Itu merupakan kenyataan, terutama di Inggris, bahwa anda melihat situasi seperti itu...Tapi itulah demokrasi."

Tahun 2011 merupakan tahun kelam bagi FIFA, dengan serangkaian tuduhan korupsi terhadap proses penunjukan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, serta mantan ketua AFC, Mohammed bin Hammam, yang dihukum seumur hidup karena berusaha membeli suara pada pemilihan Presiden FIFA.

Blatter mengakui kalau citra organisasinya harus diperbaiki, dan pada Oktober ia mengumumkan pembentukan komite pemerintahan independen, namun Valcke mengatakan proses pembersihan membutuhkan waktu dua tahun.

"Komite pemerintahan akan bekerja secepatnya, di bawah kepemimpinan ketua, Dr (Mark) Pieth," ucapnya.

"Tujuannya adalah agar mereka dapat membawa ide-ide pertama ke Komite Eksekutif FIFA pada Desember. Kemudian pada Maret, jika ada pergantian statuta, itu harus dibawa ke kongres (FIFA) pada (Mei) 2012."

"Saya pikir tidak semua hal dapat selesai pada 2012, maka kemungkinan besar itu akan diperpanjang sampai kongres 2013."

Ia menambahkan, "Kami sedang bekerja. Tujuannya adalah agar hal itu tidak terulang lagi. Siapa yang dapat berkata kalau hal itu tidak akan terjadi lagi? Tidak ada. Kita membicarakan manusia - mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan."

"Ini seperti mengendalikan kecepatan, Untuk meyakinkan dirimu tidak tertimpa kecelakaan di jalan, anda harus meletakkan banyak kamera dan lebih terlihat."

"Dengan cara itu, kami dapat memonitor, kami dapat melacak, dan kami dapat memberi sanksi pada siapapun yang menyalahi sistem."
(H-RF)

Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Sumsel siapkan 3 lapangan pendukung sukseskan Piala Dunia U-20

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar