Jika terpilih lagi, Morrison berjanji akan lebih berempati

Jika terpilih lagi, Morrison berjanji akan lebih berempati

Perdana Menteri Australia Scott Morrison (kanan) dan pemimpin oposisi Anthony Albanese dalam debat kedua kampanye pemilihan federal 2022 di Sidney, Australia, 8 Mei 2022. ANTARA/Alex Ellinghausen/Pool via Reuters/as.

Sidney (ANTARA) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Sabtu berjanji akan lebih berempati lagi jika terpilih lagi, ketika pemerintahannya terus membuntuti popularitas kubu oposisi Partai Buruh sepekan sebelum pemilu pada 21 Mei mendatang.

Jajak-ajak pendapat baru-baru ini menunjukkan koalisi Liberal-Nasional yang mendukung Morrison kalah populer dari kubu sayap kiri-tengah Partai Buruh yang berpeluang besar mengakhiri sembilan tahun pemerintah konservatif.

Morrison, yang hubungannya dengan para pemilih telah anjlok sejak pertengahan 2020, mengakui pada Jumat bahwa dirinya bertindak seperti "buldoser" dan mengatakan bahwa dia akan mengubah sikapnya setelah pemilihan.

Kepada pers dalam kampanye di Melbourne pada Sabtu dia mengatakan bahwa hal paling penting sebagai perdana menteri adalah "menyelesaikan pekerjaan", tapi dia berjanji untuk "menjelaskan motif dan perhatian saya, dan lebih berempati" di kemudian hari.

Selama memimpin Australia, Morrison telah dikritik atas cara pemerintahnya menangani kebakaran hutan yang menewaskan 24 orang dan membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Dia juga dikritik atas kelangkaan vaksin COVID-19 dan alat tes cepat antigen.

Saat ditanya kenapa dia menunggu sampai pekan terakhir kampanye untuk mengatakan bahwa dia akan berubah, Morrison menjawab: "Saya telah mendengarkan rakyat secara seksama".

Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese berkampanye pada Sabtu di Darwin. Dia mengumumkan bahwa jika dirinya terpilih, dia akan mengalokasikan 750 juta dolar Australia (Rp7,63 triliun) untuk memperkuat skema kesehatan universal di negara itu.

Partai Buruh menjanjikan "Penguatan Dana Medicare" untuk meningkatkan skema itu dan mengatasi persoalan yang mereka klaim sebagai krisis perawatan kesehatan yang diberikan dokter umum di seluruh negeri.

"Perawatan kesehatan universal adalah sesuatu yang diciptakan Buruh, Buruh akan mempertahankannya dan Buruh akan selalu menguatkannya," kata Albanese kepada awak media.

Partai itu menilai sistem Medicare sebagai pembeda kunci antara mereka dan pemerintah, yang lebih mengampanyekan klaim-klaim tentang keunggulan manajemen ekonomi dan keamanan nasional.

Sumber: Reuters
Baca juga: Pemungutan suara awal dimulai dalam pemilu Australia
Baca juga: Morrison: Warga Australia bersiap untuk kenaikan suku bunga bank
Baca juga: PM Australia bantah akan pangkas jamsos kesehatan jika terpilih lagi

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar