PNM kerja sama dengan BPKH berdayakan masyarakat Padalarang Jabar

PNM kerja sama dengan BPKH berdayakan masyarakat Padalarang Jabar

Direktur Operasional PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Sunar Basuki (kiri) dan Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu saat peresmian Ruang Pintar Riadhul At-Taufik di Desa Sukatani, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (13/5/2022). ANTARA/HO-Humas PNM.

Dengan asumsi pembiayaan yang disalurkan kepada setiap nasabah adalah maksimal 10 juta, maka terdapat minimal 138.500 orang ibu-ibu yang telah dan akan menerima manfaat investasi dari BPKH
Jakarta (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengembangkan usaha mikro dan kecil di Padalarang, Jawa Barat dengan penyaluran dana untuk PNM Investment Management (PNM IM).

Dalam kesempatan tersebut Direktur Operasional PNM Sunar Basuki sekaligus meresmikan Ruang Pintar Riadhul At-Taufik di Desa Sukatani, Padalarang, Bandung Barat.

"Dengan adanya ruang pintar ini, kami berharap dapat membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua yang anaknya melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Ruang Pintar juga diharapkan berperan besar dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet untuk anak-anak dari nasabah PNM dan warga Desa Sukatani," kata Sunar dalam keterangan resmi yang diterima Sabtu.

Secara berkelanjutan, PNM membuka Ruang Pintar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Ruang pintar di Desa Sukatani dibuka untuk memfasilitasi anak-anak dari nasabah PNM Mekaar dan masyarakat sekitar untuk belajar atau melakukan kegiatan daring lain.

Ruang Pintar yang akan dibuka selama 6 bulan di Desa Sukatani meliputi perpustakaan kecil, paket alat tulis, akses internet, laptop, meja dan kursi, dan proyektor.

Sebagai informasi, hingga 13 Mei 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp127 triliun bagi 11,9 juta nasabah PNM Mekaar

Sementara itu Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan BPKH telah menyalurkan investasi senilai Rp885 miliar pada PNM untuk pengembangan usaha mikro dan kecil.

BPKH juga berkomitmen untuk menambah investasi dalam bentuk pembiayaan sindikasi sebesar Rp500 miliar.

“Dengan asumsi pembiayaan yang disalurkan kepada setiap nasabah adalah maksimal 10 juta, maka terdapat minimal 138.500 orang ibu-ibu yang telah dan akan menerima manfaat investasi dari BPKH,” tutur Anggito.

Baca juga: PNM dukung BPKH kelola dana haji untuk pemberdayaan ekonomi mikro
Baca juga: Erick Thohir motivasi petugas PNM Mekaar tingkatkan kapabilitas
Baca juga: PT PNM targetkan bangun 100 Kampung Madani pada 2022


Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar