Kisah Tegar dan Hindun, lanjutkan pendidikan lewat beasiswa Antam

Kisah Tegar dan Hindun, lanjutkan pendidikan lewat beasiswa Antam

PT Antam UPBN Konawe Utara menyerahkan bantuan beasiswa kepada siswa siswi di Konawe Utara, Jumat. ANTARA/HO-Antam.

Saat ini saya menempuh pendidikan tugas akhir di tahun kelima dan masih menerima beasiswa dari Antam
Jakarta (ANTARA) - BUMN sektor pertambangan PT Antam Tbk telah bertahun-tahun memberikan beasiswa penuh kepada generasi terpilih dan memastikan pendidikan terbaik bagi anak bangsa.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu kewajiban BUMN untuk memastikan cerahnya generasi penerus bangsa di masa depan.

Salah satu penerima beasiswa Antam yakni Tegar Aditya, seorang pemuda dari Pomala, Sulawesi Tenggara, kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

"Alhamdulillah saya menerima beasiswa Antam sejak 2017, dan masuk di jurusan Teknik Pertambangan UHO. Saat ini saya menempuh pendidikan tugas akhir di tahun kelima dan masih menerima beasiswa dari Antam," ungkap Tegar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Tegar merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Di bawahnya, ada adiknya yang berusia 20 tahun sedang menempuh perkuliahan di Toraja. Adik keduanya berusia 16 tahun sedang menempuh pendidikan SMA di Pomala dan adik bungsunya baru berusia 2 tahun.

"Sementara, Bapak saya lulusan SMK dan dan bekerja sebagai security di PT Antam Pomala sedangkan Ibu saya lulusan SMA dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Tentu beasiswa ini sangat membantu keluarga kami," katanya.

Selain mendapatkan beasiswa penuh, Tegar juga mendapatkan dana untuk tempat tinggalnya di Kendari. Lokasi kampus yang jauh dari tempat tinggalnya membuatnya harus kos.

Tegar mengaku sangat bersyukur karena beasiswa yang dia dapatkan cukup besar. Kepastian biaya pendidikan dan tempat tinggalnya itu juga membuatnya semakin semangat belajar dengan tenang karena dana untuk pendidikannya sudah siap.

Sama halnya dengan Tegar, Hindun, anak kelima dari enam bersaudara juga mendapatkan beasiswa serupa dari Antam. Hindun bahkan menjadi kebanggaan bagi orang tuanya yang tidak lulus SD.

Ayah Hindun tadinya hanya seorang buruh dan Hindun mengurus beberapa domba di rumah, dibantu dengan ibunya yang jadi ibu rumah tangga.

"Sama seperti ibu dan bapak, kakak pertama saya juga tidak sampai tamat SD. Untuk kakak kedua dan ketiga alhamdulillah bisa menyelesaikan pendidikan SD-nya. Kakak keempat tamat SMP, dan adik saya saat ini baru lulus dari SMA," jelas Hindun.

Kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), Hindun akan menjadi kebanggaan keluarga karena pendidikannya paling tinggi dalam keluarga.

Besaran beasiswa yang diterima Hindun pun cukup besar, dan cukup untuk memenuhi kebutuhannya sebagai mahasiswa.

"Uang beasiswa yang diterima tersebut biasanya saya gunakan untuk biaya hidup sehari-hari serta kebutuhan saya untuk kuliah. Untuk UKT, semuanya ditangani langsung oleh pihak Antam," urai Hindun.

Menerima beasiswa selama tiga tahun, Hindun sangat bersyukur karena bisa membuat bangga orang tuanya dan berharap bisa membawa kehidupan keluarganya lebih baik lagi.

Antam menyalurkan beasiswa yang merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang rutin dilakukan setiap tahun. Tidak hanya untuk jenjang S1, Antam juga pernah menyalurkan bantuan program akhir studi untuk mahasiswa S3.

Program tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan di bidang pendidikan sebagai bagian dari dukungan kepada pemerintah untuk bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa.


Baca juga: Rayakan Hari Buruh, Antam harapkan karyawan makin berdaya
Baca juga: Pengamat: Prospek segmen nikel Antam meningkat signifikan
Baca juga: Antam cetak laba bersih Rp1,86 triliun dan Ebitda Rp5,71 triliun

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar