Playoff NBA

Spesialnya Jimmy Butler di mata Erik Spoelstra

Spesialnya Jimmy Butler di mata Erik Spoelstra

Bintang Miami Heat Jimmy Butler berselebrasi setelah mencetak angka melawan Boston Celtics dalam Gim 1 final Wilayah Timur NBA di FTX Arena, Florida, Amerika Serikat, Selasa (17/5/2022) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/USA TODAY SPORTS/Jasen Vinlove)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala Miami Heat Erik Spoelstra menyebut Jimmy Butler sebagai sosok spesial yang selalu berjibaku dalam persaingan meraih kemenangan, membuatnya berbeda dibanding pemain-pemain lain di NBA.

Butler meledak dan meraup 41 poin demi menopang Heat bangkit mengalahkan Boston Celtics 118-107 dalam Gim 1 final Wilayah Timur NBA di FTX Arena, Florida, Selasa (17/5) waktu setempat.

Bintang berusia 32 tahun itu bahkan melesakkan 27 poin di paruh kedua pertandingan untuk membawa Heat membayar defisit ketertinggalan 13 poin dari Celtics.

"Jimmy Butler adalah kompetitor elit," kata Spoelstra selepas pertandingan seperti dikutip dari situs resmi NBA, Rabu.

"Ada begitu banyak orang di liga ini yang bermain basket. Sedangkan dia bersaing untuk jadi pemenang. Itu adalah dua hal yang sama sekali berbeda dan dia bermain sebaik siapapun di liga ini," ujarnya menambahkan.

Tak hanya mendulang 41 poin, Butler juga menyumbangkan sembilan rebound, lima assist, empat steal, dan tiga blok.

Dengan sederet capaian itu, Butler jadi pemain keenam yang mencapai sedikitnya 40 poin, sembilan rebound, lima assist, empat steal, dan tiga blok dalam sebuah pertandingan NBA setelah Anthony Davis, Hakeem Olajuwon, David Robinson, Kareem Abdul-Jabbar, dan James Harden.

Baca juga: Butler pimpin Heat tekuk Celtics pada Gim 1 final Wilayah Timur

Bahkan, Butler menjadi pemain pertama dengan torehan angka-angka tersebut di sebuah pertandingan playoff NBA.

"Saya hanya berusaha bermain basket dengan benar: Menembak ketika terbuka, menyerang, mengirim umpan untuk rekan yang terbuka. Sejujurnya, ini semua raihan bersama," ujar Butler.

Butler tentu tidak sendirian menjadi penopang kemenangan Heat, sebab Tyler Herro menambahkan 18 poin dan delapan rebound dari bangku cadangan, Gabe Vincent menyumbang 17 poin, sedangkan Bam Adebayo turut membukukan 10 poin.

Celtics sempat memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan dengan rentetan 10 poin tanpa balas di awal kuarter pemungkas, tetapi Heat meresponnya dengan tegas.

Ketika Jayson Tatum melesakkan tripoin, PJ Tucker juga mencetak hal serupa untuk Heat. Lantas saat Jaylen Brown jitu melepas tembakan dari luar busur, Max Strus juga melakukan yang sama bagi Heat.

"Energi kami berubah. Saya rasa itu kunci terpenting," kata Adebayo.

Heat, yang sejauh ini belum terkalahkan dalam tujuh gim kandang sepanjang playoff, berpeluang menjaga catatan serupa saat menjamu Celtics di Gim 2 pada Kamis (19/5) waktu setempat.

Baca juga: Heat vs Celtics: menanti lantun momentum Jayson Tatum
Baca juga: Warriors vs Mavericks: mengukur tuah magis Luka Doncic

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar