Jakarta (ANTARA) - Delegasi sidang kedua Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia telah merampungkan pembahasan mengenai perangkat atau toolkit untuk mengukur keterampilan dan literasi digital dalam Workshop On The G20 Toolkit For Measuring Digital Skills and Digital Literacy.

Alternate Chair DEWG G20 2022 Dedy Permadi yang juga Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, salah satu poin penting hasil dari pembahasan lokakarya tersebut adalah Kementerian Kominfo akan memulai pengukuran keterampilan dan literasi digital secara lebih komprehensif mulai tahun ini.

“Jadi 2022 kominfo akan melakukan pengukuran indeks masyarakat digital sekali lagi yang hasilnya akan dirilis pada awal tahun depan," ujar Dedy dikutip dari siaran pers pada Kamis.

Baca juga: DEWG G20 kedua fokus pada isu konektivitas digital

Selain itu, Deddy menjelaskan, lokakarya tersebut menghasilkan dua poin penting lainnya. Pertama, negara-negara G20 mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif Indonesia untuk memiliki suatu proses pengukuran untuk literasi digital dan kecakapan digital.

Kedua, pengukuran literasi digital dan kecakapan digital sangat penting untuk mengetahui, mengevaluasi, dan mengambil kebijakan dalam mengembangkan kecakapan dan literasi digital di negara-negara seluruh dunia.

“Ini adalah salah satu usulan konkrit dari Indonesia untuk bisa diimplementasikan di seluruh negara G20 maupun di negara-negara lain di dunia,” kata Deddy.

Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Hary Budiarto mengharapkan para delegasi bisa memberi masukan yang konstruktif dalam membentuk alat ukur yang akan menjadi acuan bagi G20 dan internasional.

Menurut dia, toolkit untuk mengukur keterampilan dan literasi digital adalah salah satu tujuan deliverable Presidensi G20 Indonesia, khususnya DEWG G20 tahun ini. Pengukuran ini dinilai penting karena akan menjadi indikator dalam rangka meningkatkan literasi dan keterampilan digital suatu negara.

“Saya berharap workshop ini dapat memfasilitasi diskusi konstruktif pengembangan toolkit untuk memberikan keuntungan keterampilan dan pengukuran literasi digital bagi negara peserta,” katanya.

Sidang kedua ini dihadiri oleh 15 delegasi negara G20 secara langsung di Yogyakarta, yakni Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brazil, Prancis, Jerman, Inggris, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Turki, dan Uni Eropa.

Adapun delegasi lima negara hadir secara daring antara lain Kanada, China, Meksiko, Afrika Selatan dan Rusia dan dua negara undangan yaitu Singapura dan Kamboja, serta perwakilan International Telecommunications Union (ITU) dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Baca juga: Menkominfo sebut candi di Indonesia jadi contoh semangat dalam G20

Baca juga: Menkominfo ajak delegasi G20 nikmati kuliner lokal

Baca juga: Kominfo ajak delegasi DEWG nikmati Candi Prambanan

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022