Penerbangan perintis ke pedalaman Papua kembali normal

Penerbangan perintis ke pedalaman Papua kembali normal

Penerbangan perintis Pesawat SUSI Air jenis Caravan C.208 B PK-VVR di Hangar Bandara Udara Sentani, Kab.Jayapura, Papua. (ANTARA/Anang Budiono)

Timika (ANTARA News) - Aktivitas penerbangan perintis dari Bandara Mozes Kilangin Timika ke berbagai wilayah di pedalaman Papua saat ini kembali normal.

Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika, John Rettob kepada ANTARA di Timika, Selasa mengatakan aktivitas penerbangan perintis ke pedalaman Papua sudah normal kembali sejak Jumat, 16 Desember.

Menurut John, sejak Jumat pekan lalu itu hingga hari ini total penumpang yang diangkut sebanyak 1.009 orang dengan jumlah bagasi mencapai delapan ton. Penerbangan perintis dari Timika ditangani oleh tiga maskapai yakni Trigana Air, Susy Air dan Jhon Lin Air melayani berbagai rute di wilayah pedalaman Papua.

"Meski persediaan avtur di Bandara Timika saat ini masih terbatas, namun penerbangan perintis ke wilayah pedalaman sudah normal kembali," tutur John.

Ia berharap kondisi ke depan semakin lebih baik dimana karyawan PT Freeport Indonesia yang selama tiga bulan terakhir menggelar aksi mogok di Check Point 1 Mil 28 Timika akan kembali ke tempat kerja mereka di Tembagapura.

Dengan akan kembali bekerjanya ribuan karyawan PT Freeport tersebut, John berharap suplai bahan bakar avtur dari Pelabuhan Portsite Amamapare ke Bandara Timika yang selama ini tidak bisa dilakukan akibat pemblokiran ruas jalan di Mil 27 dan Mil 28 akan bisa kembali normal.

"Kita sangat berharap kondisinya kembali normal sehingga penerbangan perintis ke wilayah pedalaman semakin normal dan juga penerbangan komersial ke arah barat dan timur yang dilayani Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara juga kembali normal seperti sebelum terjadi aksi mogok karyawan," katanya.

Sebagaimana diketahui, aktivitas penerbangan perintis dari Bandara Timika ke berbagai wilayah pedalaman di Papua tenhenti total mulai akhir September hingga pertengahan Desember karena bahan bakar avtur dari Pelabuhan Portsite Amamapare tidak bisa disuplai ke Bandara Timika.

Ruas jalan poros milik PT Freeport dari Pelabuhan Portsite Amamapare menuju Timika, Kuala Kencana dan Tembagapura diblokir karyawan dan massa pascabentrokan antara aparat kepolisian dengan karyawan PT Freeport di Terminal Gorong-gorong Timika pada 10 Oktober.

Lantaran ketiadaan avtur di Bandara Timika, maskapai Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara juga terpaksa mengisi avtur di Jayapura dan Biak mengakibatkan terjadi perubahan jadwal penerbangan dua maskapai milik pemerintah tersebut.

Dampak dari kondisi tersebut, saat ini harga tiket pesawat dari Timika menuju Jakarta, Denpasar, Makassar dan Jayapura melambung tinggi. Untuk tiket Timika ke Jakarta kelas ekonomi saat ini dijual rata-rata Rp5 juta per orang untuk sekali terbang.

(T.E015/S006)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Wali Nanggroe Aceh & Majelis Rakyat Papua bahas kekhususan daerah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar