Gorontalo (ANTARA News) - Ketua Umum Pengurus Wilayah Persatuan Islam (Persis) Gorontalo, Jajang Sobari, menyatakan bahwa secara substansial prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Pernyataan itu diungkapkannya dalam dialog publik Radikalisme dalam Perspektif Islam dan Nasional di aula MAN Model Kota Gorontalo, Rabu.

Dikatakan, Pancasila merupakan dasar yang dijadikan sebagai tali pengikat antara elemen bangsa dalam berinteraksi dan hidup bersama.

"Secara substansi kelima sila itu bagian dari ajaran Islam, dengan kata lain itu adalah aktualisasi nilai-nilai Islam dalam konteks keindonesiaan," tegasnya.

Karena itu Jajang mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan aktualisasi sila-sila dalam Pancasila dengan nilai-nilai Islam agar bangsa dan seluruh masyarakat bisa merasakan rahmat Islam.

"Islam itu berkarakter damai, terkait erat dengan segala kebaikan dan menafikan segala hal yang merusak," jelasnya.


Kafaah Tak Akan Jadi Teroris


Jajang menilai, jika orang Islam benar-benar memahami ajaran agamanya dan menjadi muslim yang paripurna (kaafah) dia tidak akan berbuat kekerasan atau pun menjadi teroris.

"Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan orang yang mengaku muslim jadi teroris, salah satunya pemahaman agama yang dangkal dan keliru," katanya.

Sebab lain, lanjutnya, adalah adanya ketidakadilan, faktor kemiskinan, dendam politik, kesenjangan sosial-ekonomi yang lebar, serta ketidaksiapan sekelompok orang dalam memahami perubahan yang begitu cepat.

"Selain itu ada juga upaya dari pihak-pihak tertentu untuk memojokkan umat Islam dengan memberikan label-label negatif, seperti orang yang ingin menjadi muslim yang baik dikatakan sebagai radikal atau fundamental," ungkapnya. (ANT-309/H013)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011