Jakarta (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memproyeksikan pabrik pengolahan feronikel yang berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, akan beroperasi secara penuh pada Februari 2023 mendatang.

Direktur Utama Antam Nicolas Kanter mengatakan telah melakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PT PLN (Persero) terkait pengadaan pasokan listrik untuk periode 30 tahun ke depan.

"Kami sudah tanda tangan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN. Commissioning kami targetkan akhir tahun ini bulan Desember," kata Nico dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Antam di Jakarta, Selasa.

Baca juga: RUPSLB Antam tetapkan Nicolas Kanter sebagai direktur utama

Sejauh ini perkembangan pembangunan pabrik pengolahan feronikel Antam telah mencapai 98 persen. Sisa dua persennya adalah listrik yang belum mengalir ke pabrik tersebut.

Antam akan mendapatkan listrik berkapasitas 111 megawatt melalui dua tahap, yakni 51 megawatt pada Desember 2022 dan 60 megawatt pada akhir Januari 2023.

Direktur Operasi dan Produksi Emas Antam I Dewa Wiranata mengatakan telah sedang melakukan proses percepatan untuk mendapatkan aliran listrik. Sementara itu dari sisi PLN sudah melakukan pengukuran tanah yang nantinya akan dibangun pembangkit listrik. "Sesuai sekenario, bulan Desember kami melakukan commissioning, kemudian akhir Februari nanti atau awal Maret operasional," kata Dewa.

Baca juga: Antam tebar dividen Rp399 miliar, 35 persen dari laba

Pabrik feronikel Antam di Halmahera Timur merupakan bagian dari proyek untuk meningkatkan kapasitas produksi terutama feronikel berkapasitas 13.500 ton per tahun.

"Kita ketahui bersama proyek ini cukup lama terkendala masalah pasokan listrik dan mudah-mudahan di tahun 2023 nanti Februari sudah mulai beroperasi," pungkas Dewa.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Adi Lazuardi
Copyright © ANTARA 2022