LPS perkirakan ekonomi triwulan II tumbuh hingga 5,3 persen

LPS perkirakan ekonomi triwulan II tumbuh hingga 5,3 persen

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers tingkat bunga penjaminan LPS di Jakarta, Rabu (25/5/2022). ANTARA/Agatha Olivia.

Jadi kalau kita jaga konsumsi di domestik saja, walau global sedang kacau kita masih bisa tumbuh dengan baik
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan ekonomi domestik akan tumbuh dalam rentang 5,1 persen sampai 5,3 persen pada triwulan II-2022.

"Titik tengah perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua kemungkinan ada di 5,2 persen," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers tingkat bunga penjaminan LPS di Jakarta, Rabu.

Secara keseluruhan tahun 2022, ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,2 persen. Di tengah ekonomi global yang cukup tertekan, Indonesia masih mampu tumbuh dengan cukup baik pada tahun ini.

Menurut Purbaya, hal tersebut lantaran porsi domestik dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup besar atau sekitar 80 persen.

"Jadi kalau kita jaga konsumsi di domestik saja, walau global sedang kacau kita masih bisa tumbuh dengan baik," tuturnya.

Selain itu, ia menyebutkan kebijakan di Indonesia saat ini sudah lebih baik dan lebih sinkron antara fiskal, moneter, LPS, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, terdapat siklus ekspansi tujuh tahun yang akan terjadi dalam perekonomian Tanah Air pasca krisis, di mana Indonesia sudah mulai ekspansi pada tahun 2021.

Dengan demikian, Purbaya mengungkapkan ekspansi ekonomi Indonesia saat ini akan bertahan hingga tujuh tahun dari tahun lalu, yakni tepatnya hingga 2028.

Bahkan ekspansi ekonomi bisa bertahan hingga 10 tahun jika terdapat stimulus yang lebih gencar lagi dari berbagai pemangku kebijakan.

"Jadi prospek kita benar-benar baik dan fondasinya kuat," jelas Purbaya.


Baca juga: Presiden Jokowi: Sumber pertumbuhan baru harus diperkuat
Baca juga: Sri Mulyani: Inflasi dan suku bunga tinggi ancam ekonomi global
Baca juga: LPEM UI: BI perlu perhatikan 'timing' untuk naikkan suku bunga acuan

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar