Bene Dion angkat keresahan anak Batak dalam film

Bene Dion angkat keresahan anak Batak dalam film

Sutradara film "Ngeri Ngeri Sedap" Bene Dion Rajagukguk (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Sutradara film "Ngeri Ngeri Sedap" Bene Dion Rajagukguk mengaku mengangkat keresahan anak-anak muda suku Batak untuk film terbarunya.

"Ngeri Ngeri Sedap" mengangkat dinamika orang tua dan empat anak dalam keluarga Batak dengan permasalahan dan sudut pandang masing-masing.

Bene mengatakan, ide cerita dari film ini datang dari berbagai macam keresahan anak-anak Batak terhadap orang tua mereka.

Baca juga: Iri dengan Ernest Prakasa, Bene Dion bikin film keluarga Batak

"Saya bikin survei di Twitter, saya bilang mau bikin film Batak, nanya ke mereka keresahan apa yang mau dimasukkan dalam film ini, harapannya apa yang disampaikan bisa relate ke banyak orang," ujar Bene saat pemutaran perdana film "Ngeri Ngeri Sedap" pada Rabu.

Selain keresahan dari para pengikutnya di Twitter, Bene juga mengatakan jika "Ngeri Ngeri Sedap" merupakan bentuk dari curhatan dirinya, kritik dan dukungan terhadap budaya Batak serta memberikan warna baru bagi film Indonesia.

Sutradara "Cek Toko Sebelah The Series" ini mengatakan bahwa film tersebut sangat personal baginya, tak heran ia sempat terharu saat melakukan proses editing lantaran mewakili perasaan banyak orang.

"Apa yang ada adalah ramuan dari keresahan banyak orang, makanya ketika mengerjakan ada perasaan personal makanya terharu karena ini ada misi pribadi," katanya.

Bene berharap "Ngeri Ngeri Sedap" bisa menjembatani dan juga memperbaiki hubungan antara anak dan orang tua.

"Film ini menghadirkan perspektif banyak anggota keluarga, orang tua ke anak, anak ke orang tua. Ini tidak mengkritik anak, ini tidak mengkritik orang tua, mari sama-sama mencari komunikasi untuk saling mengasihi keluarga," ujar Bene.

Baca juga: Film Indonesia diharapkan banyak ditonton selama libur lebaran

Baca juga: Restorasi film klasik Indonesia buka wawasan baru untuk generasi muda

Baca juga: Ruang aman & pasar majemuk dinilai masih jadi tantangan industri film

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar