Pemerintah dukung UMKM berkembang bersama platform digital

Pemerintah dukung UMKM berkembang bersama platform digital

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, (kanan) saat berbicara dalam diskusi "Indonesia Pavilion: The Role of Technology to Drive Economic Recovery" di Davos, Swiss, Selasa (24/5/2022). ANTARA/HO-Kemkominfo/am.

membangun infrastruktur TIK di seluruh negeri untuk menutup kesenjangan digital
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung usaha mikro, kecil dan menengah untuk berkembang bersama platform digital melalui pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

"Pemerintah (memberikan fasilitasi) untuk platform digital yang mendukung UMKM Indonesia. Bahkan, dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, perusahaan teknologi global maupun platform digital yang ada di Indonesia bisa melakukan bisnis yang baik," kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate di Swiss, dikutip dari siaran pers, Kamis.

UMKM dapat memanfaatkan infrastruktur digital untuk mengembangkan bisnis mereka. Pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur TIK di seluruh Indonesia antara lain berupa jaringan tulang punggung serat optik, jaringan middle-mile seperti microwave link, fiber link dan menara base transceiver station (BTS).

Indonesia juga sedang menyiapkan satelit multifungsi (high throughput satellite) berkapasitas total 300GBps. Satelit ini dijadwalkan meluncur tahun depan untuk mendukung kebutuhan jaringan internet Indonesia.

Program pembangunan infrastruktur digital dilakukan secara bertahap karena ketersediaan dana dan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau.

"Dengan transportasi dan sarana logistik yang sangat terbatas di wilayah kepulauan, kita harapkan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik. Pemerintah membangun infrastruktur TIK di seluruh negeri untuk menutup kesenjangan digital," kata Johnny.

Keberadaan infrastruktur TIK di Indonesia diharapkan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Oleh karena itu, pemerintah mendorong platform digital dan UMKM untuk ikut serta dalam pengembangan ekonomi digital.

"Kami mengundang UMKM Indonesia untuk bergabung dan mengambil ekonomi digital ini. Saya mendukung platform digital untuk memastikan bahwa Indonesia juga mengambil bagian besar dalam ekonomi digital negara-negara Asia Tenggara. Sebagai imbalannya, tentu mengharapkan membayar pajak yang baik pula untuk Indonesia," kata Johnny.

Pada 2021, valuasi ekonomi digital Indonesia mencapai 17 miliar dolar Amerika Serikat, menjadikan Indonesia memiliki porsi 40 persen dari ekonomi digital di Asia Tenggara. Nilai ekonomi digital Tanah Air diproyeksikan masih terus berkembang, mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025.

Bahkan pada 2030, ekonomi digital diperkirakan menjadi 315 miliar dolar AS. Proyeksi itu bisa terwujud jika platform digital dan UMKM terlibat dalam pengembangan ekonomi digital.

"Pastikan untuk mendukung produk UMKM Indonesia dan melakukan substitusi impor," kata Johnny.

Dukungan lain yang diberikan pemerintah untuk UMKM saat ini dengan menggunakan produk lokal, melibatkan UMKM, dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian, lembaga pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Johnny ini adalah bentuk dukungan untuk UMKM, yang menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Menteri Kominfo berada di Davos, Swiss untuk menghadiri World Economic Forum.

Baca juga: Menkominfo bertemu pendiri WEF bahas peran Indonesia dalam isu global

Baca juga: Indonesia berupaya penuhi kebutuhan talenta digital

Baca juga: Menkominfo bertemu perwakilan Google bahas ekosistem digital



 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar